hits counter Lewat Tengah Malam - Ganjil - Ebook PDF Online

21 review for Lewat Tengah Malam - Ganjil

  1. 4 out of 5

    Veninda N. Tama

    Pertama kalinya baca buku horor setalah berad-abad lamanya (karen aterakhir baca horor saat kelas 1 SMA lebih dari 5 tahun yang lalu) Aku suka banget dengan kisah-lisah horor yang di bawakan cukup kelenik dan berhasil membuat bulu kuduk berdiri. ada beberapa satu cerita yang udah aku pernah dengar atau lebih tepatnya premis ceritanya mirip rebutan kursi pemerintahan di jaman dahulu kala hasil cerita turun temurun dari orang tua di derahku. aku juga suka gaya menulis kak Sweta horor tapi estetik Pertama kalinya baca buku horor setalah berad-abad lamanya (karen aterakhir baca horor saat kelas 1 SMA lebih dari 5 tahun yang lalu) Aku suka banget dengan kisah-lisah horor yang di bawakan cukup kelenik dan berhasil membuat bulu kuduk berdiri. ada beberapa satu cerita yang udah aku pernah dengar atau lebih tepatnya premis ceritanya mirip rebutan kursi pemerintahan di jaman dahulu kala hasil cerita turun temurun dari orang tua di derahku. aku juga suka gaya menulis kak Sweta horor tapi estetik hahaha

  2. 4 out of 5

    Rizki Utami

    Rate : 4.75/5 bintang. Senang rasanya denger penulis favorit merilis buku baru. Udah kangen soalnya sama cerita horror karyanya. *ehem, aku masih nunggu Journal of Terror 3*. Buku terbarunya kali ini adalah kumpulan cerpen horror. Isinya ada 5 cerpen yang masing-masing memiliki tema berbeda, tapi sama-sama membahas keserakahan manusia. Roh-roh Halus Itu Cerpen yang ini mengisahkan tentang pengalaman horor seseorang yang sedang menjaga tetangganya yang sakit di Rumah Sakit. Penampakan hantunya di Rate : 4.75/5 bintang. Senang rasanya denger penulis favorit merilis buku baru. Udah kangen soalnya sama cerita horror karyanya. *ehem, aku masih nunggu Journal of Terror 3*. Buku terbarunya kali ini adalah kumpulan cerpen horror. Isinya ada 5 cerpen yang masing-masing memiliki tema berbeda, tapi sama-sama membahas keserakahan manusia. Roh-roh Halus Itu Cerpen yang ini mengisahkan tentang pengalaman horor seseorang yang sedang menjaga tetangganya yang sakit di Rumah Sakit. Penampakan hantunya di sini cukup menyeramkan dan bikin aku sedikit mual. Bukit Pemakan Jiwa Sekelompok orang pergi ke sebuah lembah untuk melakukan pemotretan kemudian menemukan tempat magis yang bisa menyihir jiwa mereka. Cerita yang ini lebih menegangkan daripada yang pertama. Banjir Darah di Singgasana Lurah Ini nih cerpen yang paling mengesankan buatku. Mengisahkan tentang dua kubu yang memperebutkan singgasana Lurah. Banyak cara yang dipakai untuk sampai ke sana, dari mulai suap sampai ilmu hitam. Seru sekali. Saat baca cerpen ini aku merasakan berbagai maca emosi, seperti : sedih, marah, kesal, kaget, dan takut. All in lah. Bujukan dalam Bisikan Baca cerpen ini tuh serasa cooling down setelah banyaknya scene berdarah-darah dari cerpen sebelumnya. Eits, tapi bukan berarti nggak seru ya. Cerpen yang ini mengisahkan seorang anak muda yang menjadi tulang punggung keluarga karena ayahnya sudah tiada. Menggambarkan bagaimana putus asanya anak tersebut karena keadaan dan tuntutan, hingga bertemu satu sosok yang selalu berbisik padanya. Kebacut Ini nih, cerpen terpanjang dalam buku ini. Kisahnya mengenai 3 orang teman yang mencoba membangun bisnis bersama tapi mengalami kemunduran dan mereka terpaksa mengambil alternatif lain untuk membuat hidup mereka lebih baik lagi. Ya... apa sih yang bisa menyelesaikan masalah keuangan secara instan kalau bukan pesugihan. Semua cerpennya aku suka. Pengalaman aku membaca semuanya itu seperti naik roller coaster. Ada mas tenang dan tegang sampei ingin teriak gitu, naik turun. Kalau ditanya mana yang paling disukai aku akan jawab Banjir Darah di Singgasana Lurah karena itu yang paling mengesankan buatku. Semua cerita bikin seram dan merinding juga mengeksplore sisi gelap manusia. Tapi cerpen yang satu itu tuh berbeda. Lebih gelap dan kelam gitu. Selain itu, aku juga suka dengan ilustrasinya (yang kalau nggak salah ingat, ilustrator nya itu penulisnya sendiri). Setiap bab punya cover sendiri dan ilustrasinya itu bagus. Terus ilustrasi covernya juga cantiiik. Aku suka banget. Detail banget loh. Kalau dari jauh sekilas cuman keliatan anak kecil mata satu sama tangan merah berdarah gitu, tapi kalau di zooom ada beberapa sosok lain di sana. Bagi yang suka cerita horror, aku merekomendasikan sekali buku ini dan buku penulis ini yang lainnya (Journal of Terror. Kapan ya buku ke 3 nya rilis). Oh ya, buku ini memiliki rate usia 21+, jadi cerita di dalamnya nggak nanggung. Kalau ada scene berdarah-darah, pasti all out dan lumayan detail.

  3. 4 out of 5

    Sulhan Habibi

    Bagus. Suka. Ulasan lengkap menyusul.

  4. 5 out of 5

    Dyah

    Melalui kumcer dalam Lewat Tengah Malam, Mas Sweta semakin meyakinkan para pembaca bahwa dia tidak hanya jago gambar, tapi juga piawai menulis narasi. Pilihan kata dan pengaturan kalimatnya membuat kisah-kisah yang dia buat enak dibaca dan diresapi, bukan cuma sekilas doang terus lupa/tidak berkesan. . Lewat Tengah Malam menyajikan 3 cerpen, dan 2 cerpen agak panjang. Kontennya seram dan sadis, diperuntukkan bagi pembaca dewasa. Tema-temanya juga berat: tumbal, pesugihan, iblis ... Sungguh bikin b Melalui kumcer dalam Lewat Tengah Malam, Mas Sweta semakin meyakinkan para pembaca bahwa dia tidak hanya jago gambar, tapi juga piawai menulis narasi. Pilihan kata dan pengaturan kalimatnya membuat kisah-kisah yang dia buat enak dibaca dan diresapi, bukan cuma sekilas doang terus lupa/tidak berkesan. . Lewat Tengah Malam menyajikan 3 cerpen, dan 2 cerpen agak panjang. Kontennya seram dan sadis, diperuntukkan bagi pembaca dewasa. Tema-temanya juga berat: tumbal, pesugihan, iblis ... Sungguh bikin bergidik. Tapi di saat yang sama juga mengingatkan pembaca bahwa sesungguhnya manusia amat lemah, jiwa dan raga. Mudah tergoda. Dan sesungguhnya hanya Allah tempat meminta. . Tidak banyak ilustrasi yang disuguhkan dalam buku ini, hanya di tiap awal cerpen. Gaya ilustrasinya terkesan jadul dan cocok banget dengan cerpen-cerpennya yang rata-rata latar waktunya tahun 90-an. . Kurasa akan ada buku lanjutannya, dan aku akan menantikannya dengan suka cita. Semoga banyak peminatnya ya, jadi proses penerbitannya bisa lancar. Aku optimistis sih, soalnya genre horor di Indonesia selalu ada peminatnya. Apalagi ini termasuk buku horor Indonesia yang berkualitas, yang ngga asal ditulis karena viral.

  5. 4 out of 5

    Sarradea

    Penulisannya bagus, ceritanya juga bagus, tema ceritanya menurutku gelap sekali.. ada pesan di setiap cerita, aku benar2 baca tengah malam, ngga jadi takut sih, cuma jadi ngeri, itu yang ceritanya ke bukit yang bikin hilang jiwa, ngeri sekali, masih penasaran kemana hilangnya pengantin berdua, padahal baru preweding, udah hilang, tapi kalau jadi film kurang bagus, jadi hilang kengeriannya.. Intinya suka sama bukunya, gaya penulisannya seperti buku2 sastra menurutku.. bagus sekali.. terimakasih ba Penulisannya bagus, ceritanya juga bagus, tema ceritanya menurutku gelap sekali.. ada pesan di setiap cerita, aku benar2 baca tengah malam, ngga jadi takut sih, cuma jadi ngeri, itu yang ceritanya ke bukit yang bikin hilang jiwa, ngeri sekali, masih penasaran kemana hilangnya pengantin berdua, padahal baru preweding, udah hilang, tapi kalau jadi film kurang bagus, jadi hilang kengeriannya.. Intinya suka sama bukunya, gaya penulisannya seperti buku2 sastra menurutku.. bagus sekali.. terimakasih banyak..

  6. 4 out of 5

    Baheda

  7. 4 out of 5

    Dhieta

  8. 5 out of 5

    Vapaem

  9. 4 out of 5

    Shibuyaru

  10. 5 out of 5

    Lunar Angel

  11. 4 out of 5

    Flavia Ferrer

  12. 5 out of 5

    Majingga Wijaya

  13. 5 out of 5

    Siraa

  14. 5 out of 5

    Fahri Rasihan

  15. 5 out of 5

    Dinda Astrida

  16. 4 out of 5

    Ira

  17. 4 out of 5

    Brian Octo

  18. 4 out of 5

    Irma Nurhayati

  19. 4 out of 5

    Naufal_muzakk

  20. 4 out of 5

    Mrnmnda

  21. 5 out of 5

    Tukilah Tukilah

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...