hits counter Marry Now, Sorry Later - Ebook PDF Online
Hot Best Seller

Marry Now, Sorry Later

Availability: Ready to download

"BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP?" Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi ilusi cukup bahwa Jao memilikinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selama ini: kabur sebelum acara resepsi dimulai. "ADA "BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP?" Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi ilusi cukup bahwa Jao memilikinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selama ini: kabur sebelum acara resepsi dimulai. "ADAKAH SAUDARI MERESMIKAN PERKAWINAN INI SUNGGUH DENGAN IKHLAS HATI?" Setelah enam bulan bersembunyi, akhirnya Jao berhasil menemukan Reina. Seperti dugaannya, suaminya itu memaksanya pulang bersama ke Jakarta. Memangnya apa yang dia harapkan? Semacam membuka lembaran baru dan hidup bersama sebagai suami-istri sungguhan? "SAYA BERJANJI SETIA KEPADANYA DALAM UNTUNG DAN MALANG, DAN SAYA MAU MENCINTAI DAN MENGHORMATINYA SEUMUR HIDUP." Ini cerita cinta tentang dua orang yang tak saling cinta, tapi bertahan untuk tetap bersama. Sampai kapan mereka akan terus berusaha? Perlukah mereka jatuh cinta dulu supaya bisa bahagia? Selamat jatuh cinta, CHRISTIAN SIMAMORA


Compare

"BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP?" Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi ilusi cukup bahwa Jao memilikinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selama ini: kabur sebelum acara resepsi dimulai. "ADA "BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP?" Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi ilusi cukup bahwa Jao memilikinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selama ini: kabur sebelum acara resepsi dimulai. "ADAKAH SAUDARI MERESMIKAN PERKAWINAN INI SUNGGUH DENGAN IKHLAS HATI?" Setelah enam bulan bersembunyi, akhirnya Jao berhasil menemukan Reina. Seperti dugaannya, suaminya itu memaksanya pulang bersama ke Jakarta. Memangnya apa yang dia harapkan? Semacam membuka lembaran baru dan hidup bersama sebagai suami-istri sungguhan? "SAYA BERJANJI SETIA KEPADANYA DALAM UNTUNG DAN MALANG, DAN SAYA MAU MENCINTAI DAN MENGHORMATINYA SEUMUR HIDUP." Ini cerita cinta tentang dua orang yang tak saling cinta, tapi bertahan untuk tetap bersama. Sampai kapan mereka akan terus berusaha? Perlukah mereka jatuh cinta dulu supaya bisa bahagia? Selamat jatuh cinta, CHRISTIAN SIMAMORA

30 review for Marry Now, Sorry Later

  1. 4 out of 5

    Christian

    First of all... I did it! Ha! Akhirnya, bisa juga menulis #jboyfriend pertama bertema pernikahaaaaan! Jujur saja, di awal-awal pengerjaan, gue nggak begitu yakin bisa melakukannya. Tapi, karena pernah membaca quote bagus di mana gitu, yang kira-kira berisi: 'apa yang bikin lo takut, biasanya paling menarik untuk dilakukan'. Dan itulah yang bikin gue menguatkan diri dan terus menuliskan buku ini sampai selesai. Oke. Cukuplah segini dulu tentang gue... Di novel ini, kalian akan berkenalan dengan Jao First of all... I did it! Ha! Akhirnya, bisa juga menulis #jboyfriend pertama bertema pernikahaaaaan! Jujur saja, di awal-awal pengerjaan, gue nggak begitu yakin bisa melakukannya. Tapi, karena pernah membaca quote bagus di mana gitu, yang kira-kira berisi: 'apa yang bikin lo takut, biasanya paling menarik untuk dilakukan'. Dan itulah yang bikin gue menguatkan diri dan terus menuliskan buku ini sampai selesai. Oke. Cukuplah segini dulu tentang gue... Di novel ini, kalian akan berkenalan dengan Jao Lee dan Reina. Di novel ini, gue menjanjikan akan banyak: dan, ehem...: Semoga suka yaaaa! Selamat jatuh cinta, CHRISTIAN SIMAMORA

  2. 4 out of 5

    Katherine 黄爱芬

    Tema novel romance menikah ala Siti Nurbaya yg dipaksa sudah klise dan mainstream. Tema inilah yg diangkat oleh author utk novel ini dgn setting modern contemporary. So far, kekuatan novel ini masih pada dialog-dialog sarkastis antara kedua tokoh utamanya. Pertempuran dan pertengkaran keduanya yg sering membawa saya senyum-senyum sendiri, yg terkadang ditutup dgn aksi sporadis ciuman Jao kepada Reina, membawa nuansa romantis ala drama Korea yg unyu-unyu. Sayangnya, karakter utama di buku ini ter Tema novel romance menikah ala Siti Nurbaya yg dipaksa sudah klise dan mainstream. Tema inilah yg diangkat oleh author utk novel ini dgn setting modern contemporary. So far, kekuatan novel ini masih pada dialog-dialog sarkastis antara kedua tokoh utamanya. Pertempuran dan pertengkaran keduanya yg sering membawa saya senyum-senyum sendiri, yg terkadang ditutup dgn aksi sporadis ciuman Jao kepada Reina, membawa nuansa romantis ala drama Korea yg unyu-unyu. Sayangnya, karakter utama di buku ini terutama Reina membuat saya sangat sangat kecewa. Sbg gadis yg sudah terbiasa dimanjakan oleh almarhum ayahnya, tidak pernah bekerja keras, selalu hidup hedonis dgn gegap gempitanya gemerlap sosialita, tampaknya arti tanggungjawab hanya sebatas di bibir Reina. Relationship-nya dgn Jao tidak dia jalani dgn tanggungjawab dan kesadaran penuh bhw dia menanggung beban utang yg diwarisi oleh almarhum ayahnya. Jadi ketika dirinya "diperas" oleh Jao sbg alat penundaan pembayaran hutang (anehnya) dgn mudahnya Reina menyerahkan kegadisannya. Ketika ditawari pernikahan oleh Jao, walau sempat menolak akhirnya toh dia terima karena trauma dicampakkan teman2 dekatnya dan dicap sbg social pariah (Saya baru sadar belakangan, pernikahan ini sptnya didorong oleh rasa gengsi Reina jg yg ketinggian). Tidak sampai disitu saja, tampaknya pelarian Reina dari pernikahan (koq saya merasa hanya spy terlihat agak hard to get gitu) hingga terdampar di Bali tidak berhasil "menggetok" dirinya utk menyadari sifatnya yg super manja dan egois utk lebih bertanggungjawab. Saya mengharapkan ada perubahan yg lebih baik pada diri Reina, tetapi setelah dirinya dibawa ke Jakarta kembali, Reina malah comeback menjalani kehidupan hedonis-nya cuma ganti casing aja dgn teman-teman dekatnya yg tidak scumbag spt yg dulu (Saya suka tokoh Charles yg tidak tedeng aling2 menunjuk kesalahan Reina tepat di depan hidungnya. That's what friends are for). Saya juga sangat kecewa dgn sifat baper Reina dgn gede ngambek-nya saat pertengkarannya dgn Jao mengenai flirty dan larangan bertemu mantan pacar SMUnya. Reina cuma mendandani dirinya scr fisik, dan lagi-lagi sayangnya dia tidak makeover maupun upgrade wawasannya. Masa bisa mengenali tas LV edisi terbatas tapi tidak mengenali orang terkaya nomor 3 di Indonesia? Selama ini Reina hidup di negara mana sih? Sangat memalukan sebenarnya utk seorang gadis sosialita. Utk ukuran hero romantis, Jao sudah pasti idaman semua pecinta novel romance. Sudah tajir, ganteng, pinter pula cari duitnya. Selalu care pada pasangannya 24/7 setiap saat. Kurang apalagi coba? Saya bisa menemukannya langsung yaitu kurang pandai memilih dan mendidik istrinya. Kekecewaan saya adalah Jao memilih Reina karena sex yg hebat serta keindahan fisik Reina yg sangat memuaskan bagi Jao (superfisial kan?). Tadinya saya pikir setelah berhasil "menusuk" gelembung hidup nyaman dan enak2nya Reina, Jao akan mendidik istrinya utk mengenali tanggungjawab. Eh koq malah menciptakan gelembung baru bagi Reina yg makin dihujani dgn semua benda materialistis (yg pura-pura ditolak oleh Reina. Ini juga salah satu lagi sifat Reina yg saya tidak suka) dan perhatian romantis yg overacting dan terlalu lebay? Pemanjaan yg tidak mendidik ini makin membosankan dari pertengahan hingga akhir cerita. Jika saja author tidak terlalu banyak memasukkan unsur materialistis (saya serasa membaca buku katalog merk branded) dan lebih banyak main pada unsur psikologis seperti kenapa Reina mengambil tindakan drastis dan absurd tsb, saya rasa novel ini akan jauh lebih menarik. Lama-lama bosan juga dgn sikap Reina yg nyaris selalu nyolot dan childish pada Jao tapi tanpa perkembangan kedewasaan pada dirinya.

  3. 4 out of 5

    Pattrycia

    LEBIH BAIK MENCINTAI YANG TAK BISA KAU MILIKI DARIPADA MEMILIKI SESEORANG YANG TAK BISA BALAS MENCINTAI. "...Apa gue hanya akan diam saja, membiarkan orang yang gue curahi perhatian terus-terusan, yang selalu gue pastikan nggak kekurangan apa pun, meninggalkan gue begitu saja?" "Ini bukan transaksi bisnis, Jao." Michael geleng-geleng kepala. "Lo nggak selalu mendapatkan yang lo mau. Apalagi dalam cinta. Dan untuk menjawab pertanyaan lo barusan: nggak, lo nggak bisa melakukan apa-apa kecuali terus LEBIH BAIK MENCINTAI YANG TAK BISA KAU MILIKI DARIPADA MEMILIKI SESEORANG YANG TAK BISA BALAS MENCINTAI. "...Apa gue hanya akan diam saja, membiarkan orang yang gue curahi perhatian terus-terusan, yang selalu gue pastikan nggak kekurangan apa pun, meninggalkan gue begitu saja?" "Ini bukan transaksi bisnis, Jao." Michael geleng-geleng kepala. "Lo nggak selalu mendapatkan yang lo mau. Apalagi dalam cinta. Dan untuk menjawab pertanyaan lo barusan: nggak, lo nggak bisa melakukan apa-apa kecuali terus mencintainya." Finally, he wrote a book with my fave theme (Marriage of Convenience), pernikahan ala Siti Nurbaya & Datuk Maringgih di abad ke 21 ini. Buku ini berkisah tentang kehidupan pernikahan Reina & Jao. Rei menikah dengan Jao untuk membayar utang perusahaan ayahnya kepada Jao. (view spoiler)[Sedangkan Jao menikah dengan Rei karena one-night-stand mereka yang berujung pada rasa cinta (hide spoiler)] Rei kabur tepat sebelum acara resepsi pernikahan mereka dimulai. 6 bulan kemudian akhirnya Jao berhasil menemukannya & membawa istrinya pulang. Dari situlah pernikahan mereka yang sesungguhnya dimulai. Jao kira ia akhirnya bisa menikmati kembali keindahan tubuh Reina, tapi Rei malah menetapkan no-sex rule. Jao pun berusaha menjadi suami yang baik dalam upayanya untuk membuat Rei jatuh cinta padanya. Ah suka, suka banget deh sama ceritanya. Apalagi sama Jao. Jujur gw lebih suka baca cerita yang dimana si hero fall head over heels duluan buat si heroine. Disini si Rei adem ayem aja walaupun sebenarnya dia juga suka sama Jao. Malah Jao yang kelimpungan panas dingin ngebet banget sama Rei. Hal2 yang Jao lakuin buat dapetin hati Rei itu bikin gw pengen teriak "Aww..." Bayangin aja, Jao rela nunggu hujan2an selama 3jam sampe sakit & ga marah sama sekali sama Rei. Malah dia khawatir Rei ga nemuin dia kalo dia nunggu di mobil. Dia juga selalu supportive sama Rei, membantu pemulihan perusahaan Rei & menjadi donatur untuk panti tempat Rei tinggal selama 6bulan. Oh, the things he did for her. Dan pada akhirnya waktu Rei akhirnya menyerah pada hasrat untuk bersatu dengan Jao (gile bahasa gw), it's like fireworks explode all around them. Yang bikin gw heran, si Rei bisa2nya masih mikir mau cerai dari suami yang sangat mencintainya. Jao even had to move to a hotel to nurse his broken heart. Berasa banget sedihnya pas tau mereka bakal tetap cerai. Luckily, she got around to admit her feelings for Jao with Char's help. Buat ukuran karya Christian Simamora, buku ini termasuk tame dalam hal adegan hot yang bikin kipas2. Di waktu awal2 gw sempet mikir klo si Rei ini virgin, karena dia kekeuh ga mau nyerah ke sexual attraction diantara mereka. I think I'd like it better if she were a virgin. Sedikit catatan, di hal 215 baris 9-10 ada kalimat yang berbunyi "Out of the blue, Reina sudah ada saja di sebelahnya." CMIIW, out of the blue itu biasanya dipakai untuk event (sth that happens out of the blue), kalau untuk orang yang tiba2 muncul kayaknya lebih cocok pakai "out of nowhere". Penjelasan lebih lanjut bisa liat out of nowhere Sebenarnya tipe2 buku spt ini udah common banget di luar. Marriage of convenience, filthy rich hero, dirt-poor heroine (ok ini sbenernya ga gt bener sih). But well, I still love how the writer strings his words together to form this beautiful story. Hands down the best of Christian Simamora's books that I've read up to date.

  4. 4 out of 5

    Stefanie Sugia

    "Siapa sangka, Reina masih menanggung akibat dari kesalahan fatalnya itu sampai sekarang? Ditambah lagi, cewek itu baru saja menyetujui kesepakatan menjalani pernikahan bersama Jao Lee sampai enam bulan ke depan. Membiarkan dirinya kembali jatuh dalam perangkap. Memberi izin bagi Jao untuk merusak keseimbangan dalam hidupnya." Sejak buku ini dimulai, kedua karakter utamanya—Reina dan Jao Lee—sudah menikah. Dan tentu saja aku penasaran sekaligus bertanya-tanya apa alasan yang membuat Reina kabur se "Siapa sangka, Reina masih menanggung akibat dari kesalahan fatalnya itu sampai sekarang? Ditambah lagi, cewek itu baru saja menyetujui kesepakatan menjalani pernikahan bersama Jao Lee sampai enam bulan ke depan. Membiarkan dirinya kembali jatuh dalam perangkap. Memberi izin bagi Jao untuk merusak keseimbangan dalam hidupnya." Sejak buku ini dimulai, kedua karakter utamanya—Reina dan Jao Lee—sudah menikah. Dan tentu saja aku penasaran sekaligus bertanya-tanya apa alasan yang membuat Reina kabur selama 6 bulan dan Jao yang harus bersusah payah mencarinya. Lewat sejumlah kilas balik, pembaca perlahan-lahan mulai mengerti sejarah yang membuat Reina dan Jao berada dalam posisi yang sekarang. Yaitu mereka akan menjalani pernikahan selama satu tahun agar Reina tidak perlu membayar hutang Ayahnya yang telah meninggal kepada Jao. Bagian yang paling aku suka dari buku ini tentu saja adalah proses perkembangan hubungan antara Reina dan Jao, dan bagaimana chemistry antara keduanya semakin lama semakin terlihat dengan jelas. Banyak sekali momen manis antara keduanya yang berhasil membuatku tersenyum-senyum sendiri; entah karena adegan itu lucu atau Jao yang tingkahnya kadang kelewat romantis ♥. Konflik utama ceritanya adalah usaha Jao untuk berusaha mendapatkan hati Reina meskipun pernikahan mereka tidak dimulai atas dasar cinta. Dan hanya tersisa waktu 6 bulan bagi Jao untuk melakukan tersebut, sampai akhirnya mereka harus bercerai sesuai dengan kesepakatan mereka di awal. Buku ini benar-benar berhasil membuatku sulit untuk berhenti membaca, karena aku terus ingin tahu apa yang akan terjadi dengan pasangan ini berikutnya. Dan meskipun kadang-kadang kebimbangan dan gengsi yang dimiliki karakternya membuatku geregetan, aku masih tetap menikmati keseluruhan ceritanya dari awal hingga akhir. Aku pun juga sangat puas dengan solusi yang diberikan di ending, meskipun sahabat Reina harus ikut campur tangan; dan kisahnya dibungkus dengan manis pada akhirnya :) "Don't you have any mercy?!" "Sadly, no. Feeling is for weak people and I'm far from that." Karakter yang paling berkesan dari buku ini tentu saja adalah Mr. Jao Lee. Sepertinya sudah cukup lama aku tidak menemukan #JBoyfriend yang berhasil membuatku meleleh, tapi Jao akhirnya berhasil merebut hatiku kali ini ♥. Aku sangat suka perubahan karakter Jao yang pada awalnya angkuh dan keras hati, menjadi sosok yang berusaha jadi lelaki yang terbaik untuk Reina. Jao memiliki masa lalunya sendiri dan oleh karena itu pada awalnya ia tidak percaya pada cinta; namun tinggal bersama Reina membuat semua pikiran itu berubah. Sifat Jao yang pantang menyerah juga adalah salah satu hal yang aku suka darinya. Meskipun berulang kali ditolak mentah-mentah oleh Reina, Jao tidak lantas mundur dan dengan gigih terus berusaha dengan berbagai cara—atau yang menurut sahabat Jao disebut sebagai the boyfriend experience. Aku harus memuji kemauan Jao untuk mengalahkan egonya bahkan mengalah terhadap Reina demi memperbaiki keadaan; karena sebenarnya itu adalah sesuatu yang pantang dilakukannya dulu. Pokoknya Jao ini paket komplit cowok atau suami idaman: pengusaha sukses, pintar, tampan, dan romantisnya level expert banget. Dan di bayanganku, Jao Lee tampak seperti ini ↓↓↓↓↓↓ "Cinta itu ngga bisa dipaksakan, Jao.... Hanya karena lo memilih untuk mencintainya, bukan berarti lo berhak untuk mendikte orang itu supaya balas mencintai lo juga." Karakter Reina dalam buku ini juga cukup menyenangkan, meskipun terkadang dia membuatku gemas karena suka in denial dengan perasaannya sendiri. Salah satu konflik yang harus dihadapi sendiri oleh Reina adalah ketika ia mulai kesulitan secara finansial dan orang-orang yang ia anggap sahabat malah meninggalkannya. Hal tersebut juga yang kemudian memotivasinya untuk menerima tawaran Jao yang menurutnya absurd. Namun untungnya, karena kejadian yang cukup menyakitkan hati itulah Reina bisa berkenalan dengan dua sahabat barunya: Sari dan Char (cowok gay yang nama sebenarnya adalah Charles). Seperti dalam buku-buku Christian Simamora sebelumnya, sahabat karakter utamanya seringkali heboh dan memiliki peran yang cukup besar dalam kisahnya. Aku suka bagaimana perjalanan cinta Reina menginspirasi Char untuk belajar keluar dari ketakutannya akibat kepahitan di masa lalu :)) Overall, buku tentang pernikahan tanpa cinta yang terinspirasi dari dongeng Beauty and the Beast ini berhasil menghiburku dari awal hingga akhir. Aku sangat menikmati setiap momen ceritanya dan aku selalu ingin terus membacanya hingga selesai. Namun perlu aku ingatkan, buku ini tergolong novel dewasa dengan adegan seksual yang cukup eksplisit, jadi bagi yang merasa belum cukup umur bisa tunggu beberapa tahun lagi sebelum kenalan sama Jao Lee ;) Dan tentu saja, aku akan selalu dengan setia menantikan karya terbaru Christian Simamora dan #JBoyfriend seperti apa lagi yang akan disuguhkannya pada pembaca. Aku sangat suka tema yang diangkat oleh Christian Simamora dalam buku ini; semoga di buku-buku selanjutnya juga bisa mengusung berbagai macam tema lain yang tidak kalah menarik ;) Baca review selengkapnya di: http://www.thebookielooker.com/2015/0...

  5. 4 out of 5

    Biondy

    "Marry Now, Sorry Later" bercerita tentang Reina, seorang gadis dari keluarga kaya, yang tiba-tiba saja dilimpahi tanggung jawab akan perusahaan ayahnya yang meninggal. Reina yang mendapati bahwa kondisi keuangan perusahaan ayahnya ternyata tidak sehat, terpaksa meminta perpanjangan tenggat pembayaran utang pada Jao Lee, si pengusaha muda yang sukses, serta merupakan salah satu peminjam modal pada Hardiansyah Electronics. Jao, yang mempunyai rencana berbeda, mengajukan persyaratan pada Reina. Dia "Marry Now, Sorry Later" bercerita tentang Reina, seorang gadis dari keluarga kaya, yang tiba-tiba saja dilimpahi tanggung jawab akan perusahaan ayahnya yang meninggal. Reina yang mendapati bahwa kondisi keuangan perusahaan ayahnya ternyata tidak sehat, terpaksa meminta perpanjangan tenggat pembayaran utang pada Jao Lee, si pengusaha muda yang sukses, serta merupakan salah satu peminjam modal pada Hardiansyah Electronics. Jao, yang mempunyai rencana berbeda, mengajukan persyaratan pada Reina. Dia akan menghapus seluruh utang Hardiansyah Electronics jika Reina setuju untuk menikah dengannya. Reina yang merasa sudah tidak memiliki jalan lain, akhirnya menyetujui hal itu. Ini novel pertamanya Christian Simamora yang saya baca. Iya, tahu, telat banget. Ybs sudah menelurkan 14 buku, saya baru baca satu doang. Anyway, saya suka dengan novel ini. Ide ceritanya mungkin sudah biasa, sih. Tentang nikah kontrak yang berkembang menjadi sesuatu yang lebih jauh lagi, tapi eksekusinya bagus. Saya cukup suka dengan cerita yang langsung dibuka dari tengah, baru kemudian mundur untuk menjelaskan duduk perkaranya. Ini membuat cerita bisa langsung lompat ke bagian yang seru dan hanya meringkas bagian awalnya yang memang sangat potensial untuk seret. Interaksi antara Jao dan Reina juga sangat es teh manis panas. Manis, segar, dan panas. Saya suka dengan usaha Jao untuk menunjukkan kalau dia serius dengan Reina. Saya juga suka dengan Reina yang ragu-ragu dengan usahanya Jao, karena curiga kalau ada udang di balik batu. Saya suka dengan kedua tokohnya yang masih terasa manusiawi dan tidak over the top seperti di novel romans kontemporer yang terakhir kubaca. Saya juga suka dengan tokoh-tokoh sampingannya, seperti kedua temannya Reina, Sari dan Char, mantan temannya si Reina yang bitchy, sampai Michael, sahabatnya Jao. Semuanya terasa punya kepribadian masing-masing. Untuk Char, saya suka karena penulisnya memperlakukan tokoh transeksualnya dengan baik dan terasa manusiawi. Yang kurang kusuka adalah Reina yang tampaknya kurang berusaha (atau kurang ditunjukkan usahanya) waktu pertama kali berusaha mengurus perusahaan ayahnya, serta beberapa pertengkaran di bagian akhir. Pertengkarannya terasa kebanyakan aja. "Terlepas dari risiko sakit yang luar biasa, cinta adalah pengalaman yang nggak tergantikan oleh apa pun. Bahkan uang sekalipun. Cinta bisa bikin lo merasa jadi orang paling beruntung di muka bumi." Michael kepada Jao (hal. 380) Secara keseluruhan, saya merekomendasikan novel ini untuk penyuka novel romans kontemporer. Buku ini untuk tantangan baca: -2015 New Authors Reading Challenge - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge

  6. 5 out of 5

    Yuli Pritania

    3,5 bintang, saya bulatkan ke atas. Cara penulisan Bang Ino *sok akrab* berkembang banget di sini. Saya jatuh cinta sama narasi-narasinya yang kaya dan kadang slengean. Penggambaran karakter, isi pikiran mereka, dan tindak-tanduk mereka udah nampol banget menurut saya. Dan 'word of the day'-nya nambah ilmu banget. Saya paling suka berburu kata baru. Jao Jao Jao. Okelah, saya lumayan suka ama dia. Yang saya permasalahkan di novel ini cuma konfliknya. Nggak ngertilah saya ama si Reina. Apaan coba c 3,5 bintang, saya bulatkan ke atas. Cara penulisan Bang Ino *sok akrab* berkembang banget di sini. Saya jatuh cinta sama narasi-narasinya yang kaya dan kadang slengean. Penggambaran karakter, isi pikiran mereka, dan tindak-tanduk mereka udah nampol banget menurut saya. Dan 'word of the day'-nya nambah ilmu banget. Saya paling suka berburu kata baru. Jao Jao Jao. Okelah, saya lumayan suka ama dia. Yang saya permasalahkan di novel ini cuma konfliknya. Nggak ngertilah saya ama si Reina. Apaan coba cuma karena gengsi segala rela merasa nggak bahagia di sisa hidupnya? Konfliknya nggak guna banget menurut saya. Jatuhnya jadi anti klimaks gitu. Padahal eksekusi cerita udah bagus. Saya merasa terganggu sama satu hal. Jao nggak pernah menceritakan masa lalu kelamnya pada Reina. Tapi kalo dia cerita, jadinya Reina pasti bakal tetep sama dia kali ya. Jadinya nggak ada konflik. Tapi ceritanya pun sebenarnya nggak ada konfliknya kalo ditelaah *bahasa apa ini?* Eh, tapi pokoknya saya kembali naksirlah sama novel Bang Ino. Meski nggak se-excited dulu lagi.

  7. 5 out of 5

    Aya Murning

    5 bintang untuk seri #jboyfriend Abang yang ke-8 sekaligus novel Abang yang ke-14 ini. Big applause karena ceritanya uuuuhhhhh apalah-apalah banget lah, inih onoh kucrut pokoknya seru haha. Progress chemistry Jao dan Reina natural sekali. Maksudnya, alur yang dibuat itu pelan tapi pasti. Slow but sure and it surely make me fall in love with Jao Lee. >_< Review saya selengkapnya bisa dibaca di sini: https://murniaya.wordpress.com/2015/0... 5 bintang untuk seri #jboyfriend Abang yang ke-8 sekaligus novel Abang yang ke-14 ini. Big applause karena ceritanya uuuuhhhhh apalah-apalah banget lah, inih onoh kucrut pokoknya seru haha. Progress chemistry Jao dan Reina natural sekali. Maksudnya, alur yang dibuat itu pelan tapi pasti. Slow but sure and it surely make me fall in love with Jao Lee. >_< Review saya selengkapnya bisa dibaca di sini: https://murniaya.wordpress.com/2015/0...

  8. 4 out of 5

    Palinda

    Chemistry antara Reina dan Jao kurang dapet. Tapi gue akuin usaha Jao buat deketin Reina oke juga. Bagian yang ada Char gue skip karena kurang suka sama gaya percakapannya yang nggg apa ya? Bahasa gaul mungkin ya, gue juga bingung deskripsiinnya gimana.

  9. 4 out of 5

    Dion Yulianto

    "Lebih baik mencintai yang tak bisa kau miliki daripada memiliki seseorang yang tak balas mencintai." (hlm. 362) Saya memberikan 4 bintang untuk buku. Yah, setuju sama teman-teman yang lain, tema pernikahan yang digunakan oleh penulis berhasil menghasilkan sesuatu yang segar dari si penulis dengan karya-karyanya yang khas itu. Masih menggunakan metode #JBF, kali ini ditampilkanlah Jao Lee—seorang pengusaha muda pemilik gerai resmi Shylock cabang Indonesia—yang menikahi Reina Hardiansyah (putri d "Lebih baik mencintai yang tak bisa kau miliki daripada memiliki seseorang yang tak balas mencintai." (hlm. 362) Saya memberikan 4 bintang untuk buku. Yah, setuju sama teman-teman yang lain, tema pernikahan yang digunakan oleh penulis berhasil menghasilkan sesuatu yang segar dari si penulis dengan karya-karyanya yang khas itu. Masih menggunakan metode #JBF, kali ini ditampilkanlah Jao Lee—seorang pengusaha muda pemilik gerai resmi Shylock cabang Indonesia—yang menikahi Reina Hardiansyah (putri dari pengusaha kaya). Ketika meninggal, Reina mewarisi perusahaan dan juga utang-utangnya ayahnya kepada Jao. Dan, karena utang itu sedemikian besar sehingga Reina sendiri tak yakin bisa melunasinya, dia mengajukan penawaran kepada Jao semacam kompensasi untuk membayar utang ayahnya itu, yakni dengan ‘tidur’ dengannya. "Perlukah jatuh cinta dulu supaya bahagia?" (hlm. 66) Jao yang awalnya menerima tawaran Reina sebagai bentuk ‘bersenang-senang mumpung lajang’ ternyata hanyut dalam olah asmara bersama gadis itu. Sesuatu dalam dirinya tersentuh, getaran halus cinta merabat dalam dadanya. Sebagai seseorang yang terbiasa dipatuhi dan mendapatkan keinginannya, Jao tahu bahwa dia harus bisa memiliki Reina seutuhnya. Jao kemudian menawarkan untuk menikahi Reina sebagai pembayaran utang-utang ayah gadis itu. Reina—sebagai cewek merdeka—tentu saja menolak mentah-mentah tawaran itu (meskipun yang menawari adalah pria idaman jutaan wanita Indonesia). Tapi, semakin lama dia berpikir, semakin yakin dia bahwa menikah dengan Jao adalah satu-satunya jalan keluar. Maka dengan sangat terpaksa, menikahlah mereka. “Karena lo terlihat sedih. Dan, orang sedih tidak boleh sendiri.” (hlm 161) Seolah itu semua kurang drama, Reina memutuskan untuk minggat saat resepsi pernikahannya dengan Jao, meskipun dia sudah sah jadi istri pria itu. Selama 6 bulan, dia menghilang sampai akhirnya Jao menemukannya dan menjemputnya paksa. Meskipun dilimpahi dengan cinta dan romantisme yang tumpah-tumpah, Reina tetap saja membenci Jao. Pernikahan bersyarat itu seolah membuatnya buta dengan segala kelebihan Jao yang bukan tidak mungkin tidak akan ditemukannya pada pria lain. Tetapi, sedikit demi sedikit, dinding dalam hati Reina mulai meleleh seiring dengan kasih sayang dan cinta yang dilimpahkan Jao kepadanya. Mungkinkah akhirnya mereka bersatu? “Nggak ada yang memalukan dari merasa gagal dan kecewa. Yang justru bikin malu itu ketika lo memutuskan untuk menolak bangkit dari keterpurukan itu.” (hlm 161) Selain berubah dari segi status (yakni pasangan menikah), dalam MNSL ini terasa banget teknik tulisan yang semakin rapi (meskipun saya yakin banyak pembaca yang tidak keberatan dengan gaya menulis ChrisMor yang khas tapi ngangenin itu), tidak banyak kalimat aneh-aneh (meskipun saya ngakak jungkel pas ketemu Ganteng-Ganteng Simamora), dan adegan dewasanya #uhuk sangat plus plus di buku ini. Jangan baca buku ini pas puasa pokoknya karena *duh kipas-kipas*, tapi saya sedikit lebih bisa memakluminya toh keduanya kan sudah resmi jadi suami istri (meskipun sering berantemnya). Pokoknya bikin iri #eh “Terkadang, seseorang baru menyadari betapasedikit yang diketahui tentang pasangannya justru setelah menikahinya.” (hlm. 4) Satu lagi, banyak sekali kutipan-kutipan bijaknya. Khasnya beliau ini adalah mampu bikin kalimat-kalimat quotable yang simple namun ngena, dengan bahas elu-dan-gue tapi entah gimana kok malah nampol banget. Saya rasa, inilah salah satu keuntungan besar dari membaca novel, yakni kita bisa belajar banyak tentang kehidupan tanpa harus menjalani sendiri berbagai pengalaman orang banyak. Kita hanya tinggal duduk dan membaca kehidupan ratusan orang-orang yang berbeda, dan kemudian belajar banyak dari cerita-cerita itu. Luar biasa kan manfaat membaca?

  10. 5 out of 5

    Asri

    Tak selamanya wajah terkenal dingin dan datar hatinya buruk.. Diangkat dari kisah beauty and the beast. Dan abang chrismor mampu menuliskan dan menceritakannya dengan begitu apik. Tunggu reviewnya tanggal 30 januari 2016 --UPDATE-- Tidak bisa berhenti begitu saja saat membaca novel ini. Dan berterima kasih sekali kepada Abang Chrismor yang lebih menceritakan hubungan Jao Lee dan Reina, walaupun ada sedikit banyak bumbu dari pihak-pihak lain. Chemistry yang diceritakan antara mereka berdua benar-ben Tak selamanya wajah terkenal dingin dan datar hatinya buruk.. Diangkat dari kisah beauty and the beast. Dan abang chrismor mampu menuliskan dan menceritakannya dengan begitu apik. Tunggu reviewnya tanggal 30 januari 2016 --UPDATE-- Tidak bisa berhenti begitu saja saat membaca novel ini. Dan berterima kasih sekali kepada Abang Chrismor yang lebih menceritakan hubungan Jao Lee dan Reina, walaupun ada sedikit banyak bumbu dari pihak-pihak lain. Chemistry yang diceritakan antara mereka berdua benar-benar dapat, dan hasilnya warbiyasak sekali. Aku suka buangettttt. Kisah mereka berdua benar-benar sweet story. Istri adalah cerminan suaminya. Istri yang bahagia adalah cerminan kebahagiaan suaminya Kisah persahabatan antara Reina dan Alluna yang bermasalah pun, dibantu oleh Jao Lee dalam menghadapi dan mengatasi masalah mereka berdua. Begitu juga dengan kedua sahabat Reina, Char dan Sari (hey! it's my name!). Benar-benar kisah yang tak hanya romantis tapi juga penuh gelak tawa ketika membacanya. Dan sangat disarankan buat yang membaca belum berusia diatas 20 tahun jangan membaca novel ini. Karena adegan dewasanya oke, kipas-kipas sendiri deh. LOL. Melalui novel ini, Abang ingin menyampaikan pesan jika cinta itu datangnya bisa dari mana saja, dari siapa saja. Tapi, sekali lagi, jangan pernah menilai seseorang yang datang membawa cinta kepadamu dari luar tapi lihatlah dari dalam hatinya. Karena belum tentu tampak luar akan sama dengan yang ada di dalam. Don't judge a book by its cover. Review lengkapnya bisa dibaca di sini : http://peekthebook.blogspot.co.id/201...

  11. 5 out of 5

    Alluna

    So far.. buku fav dari Chrismor sejauh ini masih pillow talk.. pertama karena bahasanya normal banget, gak ada bahasa aneh2nya deh.. kedua.. ada sih ttg gay nya, tapi ga banyak kayak buku2 sesudahnya.. di pillow talk cm bos ethan doank seingetku yg gay, sudah gt gay nya classy gt kan bos ethan itu.. bukan tipe gay yg brisik gt.. ketiga.. chemistry antara Ems dan Jo itu kerasa banget, walau kisahnya klasik sih dari sahabat trus berubah jd cinta. Buku pillow talk ini jd buku awal aku mulai menungg So far.. buku fav dari Chrismor sejauh ini masih pillow talk.. pertama karena bahasanya normal banget, gak ada bahasa aneh2nya deh.. kedua.. ada sih ttg gay nya, tapi ga banyak kayak buku2 sesudahnya.. di pillow talk cm bos ethan doank seingetku yg gay, sudah gt gay nya classy gt kan bos ethan itu.. bukan tipe gay yg brisik gt.. ketiga.. chemistry antara Ems dan Jo itu kerasa banget, walau kisahnya klasik sih dari sahabat trus berubah jd cinta. Buku pillow talk ini jd buku awal aku mulai menunggu buku2nya Chrismor yang lain, tapi ternyata.. buku2nya yg lain tidak menimbulkan kesan mendalam seperti pillow talk, termasuk buku ini. Di sini, chemistry antara Jao dan Rheina gak kerasa banget, kebanyakan berantem bikin pusing, walau bahasa "gaul" nya ga separah guilty pleasure.. ttp aja banyak yg bikin mengernyitkan dahi. semua yang berhubungan sama char di buku ini, pasti aku skip.. terlalu brisik dgn kata2 bitch nya itu.. bagian yg paling bagus cuma pas adegan Jao sama Rheina mau ML aja.. sejujurnya, dr buku ini.. cuma adegan itu aja sih yg aku tunggu.. karena adegan yg lain gak menarik.. aku menguap beberapa kali. boring..

  12. 5 out of 5

    Sofi Meloni

    Pertama liat covernya, langsung bilang sama teman... "Pokoknya gua harus beli buku ini!" Kemudian begitu baca blurbnya..makin semangat buat cepet-cepet ngubek ngubek online shop! Ceritanya keren! Karakternya Jao sama Rei somehow mirip dan sama-sama ngemesin banget. Sepanjang buku banyak banget sindiran serta celetukan yg "cerdas" dan "mengelitik" banget!!! Kehidupan sosialita juga digambarin dengan jelas di buku ini. Meskipun nggak gitu ngerti brand-brand yang disebutin.... setidaknya jadi sedikit Pertama liat covernya, langsung bilang sama teman... "Pokoknya gua harus beli buku ini!" Kemudian begitu baca blurbnya..makin semangat buat cepet-cepet ngubek ngubek online shop! Ceritanya keren! Karakternya Jao sama Rei somehow mirip dan sama-sama ngemesin banget. Sepanjang buku banyak banget sindiran serta celetukan yg "cerdas" dan "mengelitik" banget!!! Kehidupan sosialita juga digambarin dengan jelas di buku ini. Meskipun nggak gitu ngerti brand-brand yang disebutin.... setidaknya jadi sedikit melek deh tentang cara pandang orang-orang kelas atas di kota metropolitan ini! Laluuu... adegan steamy nya... HOT dan nggak disangka-sangka banget keberadaannya. Bahasanya luwes banget. Hal menarik lainnya juga soal GGS - Ganteng ganteng Simamora, Zabora, dan teman-temannya. Worth reading and super fun (and sweet) escape from reality!

  13. 5 out of 5

    Alifia Rahmawati

    Novel dewasa kedua yang saya baca setelah 50 Shades of Grey. Saya pikir karena buatan Indonesia, kontennya akan cukup aman. Ternyata novel dewasa tetaplah dewasa, walau tidak seekstrim 50 Shades of Grey. Saya juga yakin cerita seperti ini yang juga menginspirasi Wattpad. Kehidupan jetset, kecantikan dan kekayaan menjadi paket komplit yang dimiliki para tokoh. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengingat sudah lama saya membaca buku ini dan itu pun pinjaman. Yang saya tahu, saya tidak mau meng Novel dewasa kedua yang saya baca setelah 50 Shades of Grey. Saya pikir karena buatan Indonesia, kontennya akan cukup aman. Ternyata novel dewasa tetaplah dewasa, walau tidak seekstrim 50 Shades of Grey. Saya juga yakin cerita seperti ini yang juga menginspirasi Wattpad. Kehidupan jetset, kecantikan dan kekayaan menjadi paket komplit yang dimiliki para tokoh. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengingat sudah lama saya membaca buku ini dan itu pun pinjaman. Yang saya tahu, saya tidak mau mengeluarkan uang saya untuk membeli buku sejenis yang Bapak Christian Simamora tulis. Maaf saya tak tertarik kehidupan seks orang kaya.

  14. 5 out of 5

    Nana

    Sebenernya dari segi konflik masih kurang menggigit. Masih seruan Good Fight dan All You Can Eat. Tapi dari segi penulisan, lebih rapi MNSL. Dan yang utama, karakter Jao itu ngegemesin bangetttt! Mau dong pesen satu yang kayak begitu... BLOG TOUR di blog saya: http://glasses-and-tea.blogspot.com/s... Ada 1 buku Marry Now, Sorry Later yang bisa kamu menangkan.. kalau kamu beruntung :) Sebenernya dari segi konflik masih kurang menggigit. Masih seruan Good Fight dan All You Can Eat. Tapi dari segi penulisan, lebih rapi MNSL. Dan yang utama, karakter Jao itu ngegemesin bangetttt! Mau dong pesen satu yang kayak begitu... BLOG TOUR di blog saya: http://glasses-and-tea.blogspot.com/s... Ada 1 buku Marry Now, Sorry Later yang bisa kamu menangkan.. kalau kamu beruntung :)

  15. 5 out of 5

    Fatimah Reskiawalia

    Ini novel yg ke5 dr Christian Simamora yg sy baca, dan smpai saat ini, tak ada satupun yg sy tdak sukai, termasuk yang ini,... sy smpe kepancing emosi klo Reina jd judes bnget sm Jao.. :d.. suka suka...

  16. 4 out of 5

    Fadila

    Christian Simamora - Marry Me, Sorry Later . . . Reina Hardiansyah yang memutuskan untuk menghilang pada saat resepsi pernikahannya dengan Jao Lee yang merupakan seorang pria tampan dan juga pengusaha sukses. Menghilangnya Reina tidak lantas mengakhiri ikatan pernikahan mereka setelah pria tersebut berhasil menemukan keberadaannya dan memaksa Reina untuk hidup bersama dengan sosok Jao dengan berlandaskan ikatan pernikahan serta perjanjian lain yang rasanya menjerat tetapi bukan cinta... "Word of the Christian Simamora - Marry Me, Sorry Later . . . Reina Hardiansyah yang memutuskan untuk menghilang pada saat resepsi pernikahannya dengan Jao Lee yang merupakan seorang pria tampan dan juga pengusaha sukses. Menghilangnya Reina tidak lantas mengakhiri ikatan pernikahan mereka setelah pria tersebut berhasil menemukan keberadaannya dan memaksa Reina untuk hidup bersama dengan sosok Jao dengan berlandaskan ikatan pernikahan serta perjanjian lain yang rasanya menjerat tetapi bukan cinta... "Word of the Day : Finifugal" (hal.393) . Judul : Marry Me, Sorry Later Penulis : Christian Simamora Penerbit : twigora . . . Kata yang saya pilih diatas, dari beberapa kosakata yang di sajikan penulisnya untuk mewakili perasaan saya selama menyelesaikan novelnya kak Chtistian Simamora ini. Terima kasih untuk penulisnya yang telah menyertakan banyak kata kata baru sehingga dalam proses menyelesaikan kegiatan membaca, saya mendapat pengetahuan terkait kata kata tersebut. Satu nilai plus untuk penulisnya . Gaya penulisan kak Simamora yang sering menyertakan kosakata kekinian menjadi daya tarik tersendiri untuk novel ini maupun karyanya yang lain. . Tokoh Jao Lee dalam novel ini menjadi salah satu tokoh dengan sifat dan sikap yang membuat saya dapat menikmati novel ini dengan lebih santai di tambah berhaha hihi. Serius, dia tokoh menggemaskan yang pernah dihadirkan kak Simamora dalam novelnya walaupun dengan berat hati saya tetap harus menuliskan pengakuan lainnya bahwa tokoh Josh masih setia menduduki peringkat pertama untuk tokoh utama favorit saya dalam karya kak Simamora. Jao..,dia juara kedua tentu saja . Adegan yang di gambarkan kak Simamora sukses membuat emosi saya naik turun,di karenakan konflik yang terjadi pada tokoh serta sifat serta sikap dari tokoh Reina yang... ampun saya. Juga, dengan porsi adegan yang ada dalam novel, pada beberapa waktu membuat saya merasakan waktu untuk sampai pada akhirnya terasa cukup lama. Namun, tokoh Jao Lee berperan besar untuk menjadi hiro bagi hidup

  17. 4 out of 5

    Hasita Visakha

    Review ⬇⬇ Jao dan Reina menikah atas kesepakatan bersama. Jao menjanjikan akan menganggap lunas utang Ayah Reina apabila wanita itu mau menikah dengannya. Dan Reina setuju, menikahlah mereka ehh tapi si Reina malah kabur di malam resepsi dengan hanya meninggalkan sepucuk surat. Singkat cerita akhirnya Jao berhasil menemukan keberadaan Reina setelah 6 bulan wanita itu kabur. Dia membawa pulang Reina dan melanjutkan kesepakatan mereka lagi. 1 tahun menikah kemudian cerai dan karena 6 bulan sudah ber Review ⬇⬇ Jao dan Reina menikah atas kesepakatan bersama. Jao menjanjikan akan menganggap lunas utang Ayah Reina apabila wanita itu mau menikah dengannya. Dan Reina setuju, menikahlah mereka ehh tapi si Reina malah kabur di malam resepsi dengan hanya meninggalkan sepucuk surat. Singkat cerita akhirnya Jao berhasil menemukan keberadaan Reina setelah 6 bulan wanita itu kabur. Dia membawa pulang Reina dan melanjutkan kesepakatan mereka lagi. 1 tahun menikah kemudian cerai dan karena 6 bulan sudah berlalu maka sisa waktu mereka hanya 6 bulan juga. Jao memikirkan segala cara bagaimana membuat Reina menjadi istrinya selama-lamanya karena yang dia lihat Reina nih ngebet banget mau cerai. Jao melakukan segala cara sampai-sampai minta saran dari Michael—si bintang sintreon Ganteng Ganteng Simamora. Reina ini sebenernya nyaman sama Jao cuma dia kelewat gengsi untuk mengakui perasaannya. Jadi dia seakan menutup mata lihat usaha Jao. Padahal diam-diam hatinya juga pedih waktu Jao memutuskan pergi dari rumah. Oke cukup. Baper abis sih nih cerita! Sedihnya Jao berasa banget karena usaha-usaha dia buat Reina juga ada. ±100 halaman terakhir adalah detik-detik yang paling nyesek diantara hubungan mereka. Dialog mereka juga banyak yang kita ketawa dan juga dialog Reina kalau lagi sama Sari dan Char. Masuk Rom-Com kaga nih? Btw, pas awal beli buku ini kirain bahasanya bakalan baku ala-ala terjemahan gitu, ehh taunya nggak dong. Super nyaman ❤❤ Ini juga buku pertama Christian Simamora yang gue baca dan suka banget. Mengingat dulu gue selalu skeptis dengan cover bukunya dan selalu nggak jadi beli krn takut malah berakhir roman menye-menye :v Tapi sekarang malah hunting buku dia mulu 😂

  18. 5 out of 5

    Yovano N.

    Review Kandang Baca: http://www.kandangbaca.com/2015/08/ma... Setelah sekian lama menjadi pembaca setia novel-novel Christian Simamora, saya cukup excited ketika mendengar kabar kalau novelnya terbarunya ini bakal bercerita tentang pasangan yang telah menikah. Ini adalah sesuatu yang baru bagi penulis sehingga saya pun dibuat penasaran. Gimana sih, cerita romance pernikahan ala Christian Simamora? Marry Now, Sorry Later adalah cerita tentang pasangan suami istri yang menikah tanpa landasan cinta. Review Kandang Baca: http://www.kandangbaca.com/2015/08/ma... Setelah sekian lama menjadi pembaca setia novel-novel Christian Simamora, saya cukup excited ketika mendengar kabar kalau novelnya terbarunya ini bakal bercerita tentang pasangan yang telah menikah. Ini adalah sesuatu yang baru bagi penulis sehingga saya pun dibuat penasaran. Gimana sih, cerita romance pernikahan ala Christian Simamora? Marry Now, Sorry Later adalah cerita tentang pasangan suami istri yang menikah tanpa landasan cinta. Reina Hardiansyah tak menyangka bahwa setelah ayahnya meninggal, ia tak hanya mewarisi perusahaan sang ayah tapi juga hutang-hutangnya. Dan hutang kepada perusahaan Jao Lee adalah yang paling besar dan tak mampu untuk ia lunasi. Jao tak menggubris permohonan penundaan pelunasan hutang yang diajukan Reina sebab ia merasa Reina tak memiliki sesuatu untuk ditawarkan. Jao pun meminta Reina untuk menikah dengannya (tepatnya nikah kontrak) selama satu tahun sebagai syarat pelunasan hutang-hutang milik perusahaan mendiang ayah Reina. Merasa tak punya lagi harapan dan orang lain untuk dimintai tolong, Reina menyetujui syarat tersebut. Namun pada resepsi pernikahan, Reina yang panik memutuskan untuk kabur, meninggalkan Jao sendirian dengan segudang rasa malu. Selama enam bulan Reina bersembunyi di Ubud, Bali, berkerja sebagai tenaga sukarela di sebuah panti asuhan. Tapi toh Jao akhirnya menemukannya juga, dan langsung memboyong Reina saat itu juga tanpa perlawanan berarti dari sang istri. Bagimanapun, status mereka memang masih suami istri, seperti yang diingatkan Jao kepada Reina. Reina mau kembali tinggal bersama Jao dengan syarat tak ada hubungan seksual sama sekali di antara mereka. Yang tidak Reina tahu, sebenarnya Jao Lee diam-diam mencintai perempuan tersebut. Hanya saja, Jao tak pernah menemukan cara yang tepat mengungkapkan perasaannya. Trauma masa kecil Jao saat menyaksikan kehancuran rumah tangga orang tuanya lantaran keegoisan sang ibu, membuat dirinya tak mudah percaya pada wanita. Namun tidak dengan Reina. Kini, Jao hanya punya waktu enam bulan sebelum pernikahannya berakhir untuk membuktikan kepada Reina bahwa ia benar-benar mencintai istrinya itu. Mampukah Jao melakukannya? Bagaimana caranya? Menurut penulis, Marry Now, Sorry Later terinspirasi dari dongeng klasik Disney berjudul Beauty and The Beast. Saya tak pernah menonton film animasi tersebut, namun saya menduga kemiripan di antara keduanya adalah tentang bagaimana sosok yang dianggap monster berusaha untuk membuktikan ketulusan cintanya. Jao adalah ‘monster’ dalam novel ini sebagaimana yang diyakini Reina sejak awal pertemuan mereka. Jao yang dingin. Jao yang tak berperasaan. Jao yang memaksa Reina menikahinya sebagai syarat melunasi hutang. Plot dalam novel ini bergerak maju, diawali dengan adegan penjemputan paksa terhadap Reina yang dilakukan oleh Jao di Bali, dengan diselingi kisah kilas balik bagaimana mereka sampai memutuskan untuk menikah. Gaya berkisah seperti ini membuat jalan cerita menjadi dinamis dan tidak membosankan—walau menurut saya gaya menulis Christian Simamora tak pernah membosankan sih. Dibandingkan dengan novel-novelnya terdahulu, gaya bercerita dalam novel ini terasa rapih, tidak lagi ditulis dengan gaya ‘semau gue’. Barangkali hal tersebut sengaja dilakukan berhubung tema novelnya kali ini lebih dewasa. Saya tentu menyukai gaya menulis Christian dalam novel ini, walau gaya ‘semau gue’-nya itu tetap ngangenin. Hehe. Tema pernikahan memang baru bagi penulis, namun bila diamati lebih lanjut, sesungguhnya tak ada yang baru dalam novel ini. Kisah tentang pasangan yang awalnya saling membenci kemudian saling mencintai bisa dikatakan sudah menjadi sesuatu yang klasik dalam novel-novel romance. Tinggal bagaimana penulis mengolah plot-lah yang membuat ceritanya tidak membosankan. Dan plot dalam novel ini sangat menyenangkan untuk diikuti. Lagi-lagi, gaya bercerita penulislah yang menjadi kekuatan novel ini. Dialog yang cerdas yang diselingi kalimat-kalimat sarkastis, deskripsi yang tak membosankan, serta selipan humor segar di dalamnya membuat saya betah berlama-lama membaca novel ini. Di satu sisi saya ingin segera menyelesaikan membaca novel ini, namun di sisi lain berat rasanya untuk mengakhiri ceritanya, sebab itu berarti saya harus berpisah dengan para karakter di dalamnya. Bicara soal karakter, yang menjadi favorit saya dalam novel ini adalah Jao Lee. Meski awalnya saya jengkel terhadapnya, namun seiring perkembangan cerita, saya dibuat terharu oleh semua yang ia lakukan demi memenangkan hati Reina—walau beberapa di antaranya justru membuat Reina naik pitam. Berikut beberapa bagian yang menjadi favorit saya di novel ini (perhatian: mungkin mengandung spoiler): 1. Ketika Jao diam-diam ngelola perusahaan Reina, membuat perusahaannya menjadi lebih baik, plus membuat sebuah produk yang didedikasikan untuk Reina. 2. Ketika Jao hujan-hujanan menunggu Reina. 3. Ketika Jao meminta 10 fun fact tentang Reina, setiap hari (cute!). 4. Semua hal yang dilakukan Jao menjelang hari-hari berakhirnya pernikahannya dengan Reina. Tak hanya tokoh Jao dan Reina yang menghiasi plot novel ini. Kehadiran para sahabat Reina—Char dan Sari—membuat cerita dalam novel ini menjadi lebih berwarna, terutama Char, yang memegang peranan cukup penting menjelang akhir cerita. Oh, ada side story tentang Char dalam novel ini yang menurut saya cukup menarik. Secara keseluruhan, saya sangat menyukai novel ini dan tak ragu memberinya 5 bintang. Yep, ini novel pertama Christian Simamora yang mendapat rating penuh dari saya. Tema pernikahan yang diangkat oleh penulis cukup menyegarkan, gaya berceritanya cocok dengan selera saya, ditambah tokoh Jao Lee yang bisa membuat jatuh hati. Apakah Jao sekarang adalah #JBoyfriend favorit saya, menggantikan posisi Joshua di Pillow Talk? Tampaknya demikian. Ups, sorry, Jo. :)

  19. 4 out of 5

    Kirana Nath

    MNSL ini karya Bang C.S. yang paling favorit buat aku. Jatuh cinta banget sama tulisannya dan penggambaran setiap karakternya. Apalagi ada sketsa gambar Jao Lee dan Reina yang ngebantu imajinasi aku juga kalau betapa adorable-nya mereka berdua. Interaksi antara Jao dan Reina juga digambarkan secara alami. Tentang gimana Jao begitu perhatian pada Reina. Tentang gimana Reina akhirnya tersentuh dengan perhatian Jao. Di sini juga aku dapet rasa gemas, lucu, sweet, romantis, dan sedih waktu ngebacanya. MNSL ini karya Bang C.S. yang paling favorit buat aku. Jatuh cinta banget sama tulisannya dan penggambaran setiap karakternya. Apalagi ada sketsa gambar Jao Lee dan Reina yang ngebantu imajinasi aku juga kalau betapa adorable-nya mereka berdua. Interaksi antara Jao dan Reina juga digambarkan secara alami. Tentang gimana Jao begitu perhatian pada Reina. Tentang gimana Reina akhirnya tersentuh dengan perhatian Jao. Di sini juga aku dapet rasa gemas, lucu, sweet, romantis, dan sedih waktu ngebacanya. Babang Christian Simamora berhasil bikin aku jatuh cinta sama Jao Lee. Jao Lee memang jadi favorit aku dibanding karakter JBoyfriend lainnya. Hehe. Oh iya, ada tambahan lagi yang bikin ngakak itu singkatan sinetronnya Michael yang GGS (Ganteng-Ganteng Simamora). Asli ngakak bacanya. Hahahaha....

  20. 4 out of 5

    ayunritaretnani

    This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here. Dear X-Simamora lovers! Aku baca buku ini waktu itu tertarik sama covernya. Isinya, tentang Jao dan Reina yang nikah tapi kepaksa. Diluar segala drama yang terjadi antara mereka, tetep aja aku suka cara Jao dan Reina saling diam-diam jatuh cinta. Dan diam-diam kehilangan. Puncak emosi ada pas perjanjian mereka berakhir. Rasanya, mungkin kalo aku jadi Reina, aku ga bakal gengsi untuk menahan ketemu Jao. Pasti aku bakal datengin Jao dan langsung bilang “Marry Me Once Again.”

  21. 4 out of 5

    Agnes Meilina

    I enjoy this book and so luxirious. I also like Reina and Jao interaction. Sometimes so romantic, like a BFF, and sometimes like Tom & Jerry. Hahahhaa. Rate : 3.8

  22. 4 out of 5

    Dhila

    Not really a good choice if you're a single in late 20's Not really a good choice if you're a single in late 20's

  23. 4 out of 5

    KetiKet

    Suka cara bercerita dan jalan ceritanya

  24. 4 out of 5

    Poshspice

    Im so sorry. im bored with the story. i like another book like good fight by xsimamora. but reading this.. take a whole time to make me finish this book.

  25. 4 out of 5

    ABO

    “Hidup lo bisa jadi memang berubah total, tapi nggak semua hal dalam hidup lo ikut berubah mengikuti kemauan lo.” Tidak semua pernikahan dilandasi dengan CINTA! Begitulah yang terjadi pada pernikahan Reina dengan Jao Lee. Alasan Reina bersedia menikahi Jao adalah karena perjanjian yang mereka buat bahwa hutang perusahaan mendiang ayah Reina akan dianggap lunas kalau dia menikah dengan Jao Lee. Awalnya Reina tentu saja menolak perjanjian yang ditawarkan Jao Lee itu. Masuk akalkah zaman sekarang mas “Hidup lo bisa jadi memang berubah total, tapi nggak semua hal dalam hidup lo ikut berubah mengikuti kemauan lo.” Tidak semua pernikahan dilandasi dengan CINTA! Begitulah yang terjadi pada pernikahan Reina dengan Jao Lee. Alasan Reina bersedia menikahi Jao adalah karena perjanjian yang mereka buat bahwa hutang perusahaan mendiang ayah Reina akan dianggap lunas kalau dia menikah dengan Jao Lee. Awalnya Reina tentu saja menolak perjanjian yang ditawarkan Jao Lee itu. Masuk akalkah zaman sekarang masih ada pernikahan berlandaskan hutang seperti zaman Siti Nurbaya? Memang sih, Reina harus mengakui kalau tampang Jao Lee amat tidak pantas menggambarkan figur Datuk Maringgih. Dari segi penampilan Jao Lee bisa dibilang sempurna malah! Tapi, rasa benci sudah timbul di hati Reina sejak dia bertemu dengan Jao Lee untuk membahas tentang hutang-piutang itu. Rasa benci itulah yang menjadi salah satu pemicu Reina untuk kabur di acara resepsi pernikahannya. Dia nekad meninggalkan suami sahnya itu bersama rasa malu terhadap tamu-tamu yang hadir di acara tersebut. Sampai enam bulan kemudian Jao Lee menemukan keberadaan Reina. Mau tak mau, setelah berbagai paksaan dan tekanan dari suaminya, Reina bersedia untuk ikut pulang ke Jakarta. Dan Jao menawarkan perjanjian baru untuk kembali menjadi istrinya selama enam bulan, karena perjanjian mereka dahulu masih belum habis masa kontraknya. Reina tak mengerti jalan pikiran Jao, apa Jao berharap untuk membangun rumah tangga bersama Reina? Dan bagaimana Reina bisa bertahan hidup seatap dengan iblis bernama Jao Lee selama enam bulan? Atau malah Reina akan jatuh hati pada orang yang sangat dibencinya itu? “Love isn’t a sure thing—never was and never will. Dan ketika cinta sudah nggak ada lagi di hati, buat apa juga dipertahankan?” Marry Now, Sorry Later merupakan seri #jboyfriend kedua yang saya baca setelah All You Can Eat. Saya baru sadar kalau kali ini penerbitnya berbeda dari sebelumnya. Dan ternyata saya benar-benar ketinggalan informasi kalau sejak As Seen On TV, seri #jboyfriend diterbitkan oleh penerbit baru bernama Twigora. Setelah sedikit mengulik informasi, Twigora merupakan penerbit yang didirikan sendiri oleh Bang Ino—panggilan kesayangan untuk Christian Simamora—dengan saudaranya. Menurut saya, Bang Ino sendiri merupakan salah satu penulis Indonesia yang paling produktif melahirkan karya-karya terbarunya. Dan tentu karya-karyanya akan selalu ditunggu oleh para penggemarnya. Berkat hype tinggi itulah saya yang penasaran dengan bukunya coba-coba ikutan daftar buat blog tour buku ini :D Walaupun saya belum terlalu banyak membaca karya-karya dari Bang Ino, saya sudah bisa mengenali style tulisannya dan lagi-lagi dalam buku ini Bang Ino maish dengan style tulisannya yang mengalir dan memuat banyak barang-barang fabulous atau tempat-tempat fancy terlepas dari hal-hal tersebut memang ada atau hanya rekaan semata :D Untuk ide ceritanya sendiri seperti yang sudah diketahui bersama-sama, konsep dasar dari kisah Reina-Jao Lee adalah dongeng terkenal Beauty and the Beast. Tapi dengan kelihaian dan kelincahan Bang Ino bercerita, kisah di buku ini dibuat jadi lebih menarik tanpa menghilangkan esensi dari dongeng tersebut. Yang paling saya kagumi adalah bagaimana Bang Ino bercerita flashback. Buat saya, penempatan bagian flashback-nya itu pas dan yang diceritakan juga berhubungan dengan apa yang terjadi sebelum atau setelah bagian flashback tersebut. Jadi, nggak bikin bingung, malah membantu memberikan detail untuk pembacanya. Saya akui Marry Now Sorry Later adalah buku Indonesia paling HOT yang pernah saya baca. Adegan hot-nya bikin kipas-kipas x)) *namanya juga novel dewasa yak?*. Yang menarik adalah, buku ini selain seksi dan hot juga bisa manis plus bikin melting dalam waktu bersamaan. Buat yang mau baca, siap-siap deh meleleh dengan kemanisan Jao Lee ;)) Oh iya, terobosan baru yang dilakukan oleh Bang Ino pada buku ini, kan biasanya kita sering mendapati penggalan lirik lagu di awal chapter, nah di buku ini pembaca akan mendapati “word of the day” yaitu kata-kata unik beserta artinya yang nyambung dengan isi chapter tersebut. Seperti: “Drapetomania: Keinginan untuk melarikan diri”, “Basorexia: Keinginan menggebu-gebu untuk mencium”, Eccedentesiast: Orang yang menyembunyikan kesedihan di balik senyuman”, dan masih banyak lagi. Kalau dibandingkan dengan All You Can Eat, saya lebih suka Marry Now, Sorry Later. Karena konfliknya lebih matang, dua karakter utamanya lebih lovable (even karakter pendukungnya lovable, macam Char dan Sari), ceritanya nggak bertele-tele dan terkesan dipanjang-panjangin dan yang paling penting; endingnya manissss banget :)). Wajib dibaca buat kalian yang mengaku penggemar romance. “Cewek-cewek itu mencari connection, Jao. Mereka butuh merasa dicintai dan dinomorsatukan oleh pasangannya.” “Buat apa merisikokan patah hati untuk orang yang nggak benar-benar bisa membuatmu jatuh hati?”

  26. 5 out of 5

    Tania

    Love the mango Lassi guy hehe.. Anw rasanya novel babang usually has the same ending. Udah ada pola pattern nya gitu (aku baca asot, pillow talk, come on over, all you can eat) Jadi kurang begitu menantang dan kurang Element of surprise..

  27. 4 out of 5

    Lala

    Honestly i just want to give it 2 stars, but because i enjoy read this book i gave it 3 stars. Buku ini cerita tentang Reina, gadis ex-millionaire, yang harus membayar hutang ayahnya kepada Joe. Kemudian Joe meminta Reina sebagai istrinya sebagai kompensasi atas pelunasan hutang. Tokoh Reina khas "blondie spoiled b*tch girl" di film barat, manja, good at spending money and whiny. Saya berharap Reina will be a good wife or at least a decent woman, tapi ternyata Reina tetaplah jadi tokoh yang manj Honestly i just want to give it 2 stars, but because i enjoy read this book i gave it 3 stars. Buku ini cerita tentang Reina, gadis ex-millionaire, yang harus membayar hutang ayahnya kepada Joe. Kemudian Joe meminta Reina sebagai istrinya sebagai kompensasi atas pelunasan hutang. Tokoh Reina khas "blondie spoiled b*tch girl" di film barat, manja, good at spending money and whiny. Saya berharap Reina will be a good wife or at least a decent woman, tapi ternyata Reina tetaplah jadi tokoh yang manja sampai ending novel ini. Sebaliknya, Joe adalah karakter "goodie two shoes and perfect gentleman", he loves pretty girl and love sex, karakter semua pembaca wanita akan suka dan pasti pernah membayangkan lelaki sempurna seperti Joe. Seperti buku Christian lainnya, full of sarcasm and like a catalogue of branded things, i think he should toned down a little bit about this kind of obsessive with branded things. Hubungan Joe dan Reina juga seperti tokoh di buku Christian lainnya, love and fight relationship, try to catch me relationship, dimana tokoh cewek akan kabur dan cowok akan mengejar si cewek and pampered her like a princess. A good book but kind of forgetable one. Like his other book, it's totally his style. I thought i can guess Christian as an author when i read the first 20 page. I admired his signature as an author, some people maybe said it's kind of clichè because you can guess all the plot from the start. Christian is one of the author that consistent about his writing style. I just hope he can find a turnover and his books become better than this book. He need to find something different for each caharacter in his book so people can remember the title of his book, not only his writing's style.

  28. 4 out of 5

    Elsita F.

    Marry Now, Sorry Later adalah seri #jboyfriend karya Babang kedua yang saya baca (ketinggalan banget ya baru baca ua seri) dan seperti pada seri #jboyfriend pertama (yang saya baca) Meet Lame, saya sukses jatuh cinta sama ceritanya. Memang kalau dibaca sekilas di sinopsis adalah isunya sudah banyak diangkat pada berbagai novel: Menikah karena terpaksa, menikah tanpa cinta, menikah demi melunasi utang kelurga. Tapi keberanian Reina yang kabur beberapa saat sebelum acara resepsi dimulai adalah ses Marry Now, Sorry Later adalah seri #jboyfriend karya Babang kedua yang saya baca (ketinggalan banget ya baru baca ua seri) dan seperti pada seri #jboyfriend pertama (yang saya baca) Meet Lame, saya sukses jatuh cinta sama ceritanya. Memang kalau dibaca sekilas di sinopsis adalah isunya sudah banyak diangkat pada berbagai novel: Menikah karena terpaksa, menikah tanpa cinta, menikah demi melunasi utang kelurga. Tapi keberanian Reina yang kabur beberapa saat sebelum acara resepsi dimulai adalah sesuatu yang beda. Belum lagi, dengan koneksi Jao yang bejibun banyaknya namun tetap membuat cowok itu butuh waktu enam bulan untuk menemukan keberadaan Reina membuat kekuasaan dan hartanya jadi nggak begitu terasa menyeramkan. Kan ada tuh yang sehari kabur besoknya udah ketemu -_- Dan ternyata keberanian Reina ini nggak hanya berakhir saat Jao menemukannya tapi juga berlanjut saat mereka memtuskan untuk hidup bersama (satu rumah) dengan beberapa persyaratan yang Reina ajukan serta persyaratan-persyaratan lain yang menyusul kemudian. Bisa dibilang, Reina mau statusya sebagai istri ya hanya sebagai status, tidak melibatkan kawajiban sebagai suami-istri kecuali bermesraan saat di depan umum untuk memberi kesan pengantin baru yang harmonis dan saling mencintai. Persyaratan yang kadang bikin Jao frustrasi. Naluri lelakinya kadang terusik melihat Reina yang notabene adalah istri sahnya di depan agama maupun di mata hukum, tapi Jao tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti pemrintaan Reina karena cewek itu mengacam akan kabur lagi kalau sampai Jao melakukan pemaksaan. Meski tidak mencintai Reina, pengalaman pahit di masa lalu keluarga Jao membuatcowok itu berprinsip menikah itu sekali seumur hidup sehingga ia harus berusaha mempertahankan Reina di sisinya. "Pernikahan orangtua gue cukup jadi alasan bagi gue untuk menyimpulkan: yang gue butuhkan adalah relationship, bukan cinta." Bagi Jao, tanpa jatuh cinta ia dan Reina juga bisa hidup bahagia, tapi bagi Reina, Jao adalah laki-laki yang tak ingin dinikahinya karena ia tak mencintainya. Pada titik ini saya sedikit kagum pada Jao karena meski digilai banyak perempuan tanpa memandang statusnya yang sudah beristri, Jao adalah sosok pria yang bertanggungjawab. Yah dengan mengesampingkan sifatnya yang pemaksa dan mudah marah. Kehidupan rumah tangga Jao dan Reina adalah kisah yang jauh dari adem ayem - awalnya. Teriakan, pertengkaran dan adu mulut sering terjadi. Apalagi penyebabnya kalau bukan karena Reina yang tak suka dipaksa dan tak suka ditolak. Jao yang kadang terserang sakit kepala karena Reina akhirnya menumpahkan keluh kesahnya pada Michael, sahabatnya dan mendapat solusi yang bagi Jao cheesy tapi tak urung dicobanya juga. "Treat her like a person, then a princess, then a greek goddess, then a person again." Kebayang, kan gimana Jao Lee yang high class banget bela-belain baca artikel sejenis Tips Menaklukkan Hati Cewek dan Cara Pedekate yang Ampuh :v Yang paling bikin aku suka banget sama cerita ini juga fitur word of the day yang selalu muncul di awal bab. Seolah penjelasan singkat tentang apa yang akan terjadi, apa yang akan dialami, atau apa yang dirasakan kedua tokoh saat cerita dalam bab itu berlangsung. Aku penasaran dari mana Babang dapat kata-kata ajaib itu. Dan quotes di tiap pembuka cerita serta ilustrasi yang ada di dalamnya. Keren-keren banget semua. Ada beberapa quotes yang sangat aku suka dan beberapa di antaranya juga ngena: Terkadang, seseorang baru menyadari betapa sedikit yang dia ketahui tentang pasangannya justru setelah dia menikahinya. Kau adalah alasan kenapa neraka itu harus ada (agak-agak serem sih sebenernya tapi buatku itu mengarah ke kalimat i-will-do-anything-to-make-you-mine. Psycho nggak, sih kesannya pemahaman aku ?:v) Perlukan jatuh cinta dulu supaya bisa bahagia? Bahkan masa lalu saja bilang kita tak punya masa depan I love love, but love doesn't love me back Kalau benar kau peduli padaku,kenapa membiarkanku bersaing untuk memiliki hatimu? I love you doesn't mean I won't ever leave you The only time I realize I have a heart is when it's beraking. Selain pesona dari quotes yang ada, aku juga kagum dengan kenyataan bahwa buku ini terinspirasi dari Cerita Beauty and The Beast. Sudah bisa ditebak siapa Beauty dan siapa Beast meski pada kenyataannya Jao terlalu cakep dan over sexy untuk bisa dibilang jelek haha Karena buku ini berkategori Dewasa, aku menyarankan siapa saja yang belum berumur dewasa untuk menunggu ulang tahun hingga mencapai usia dewasa untuk membaca buku ini karena you know-lah ada beberapa adegan yang kalau dalam film Indonesia akan mendapat jatah sensor kalau ditayangkan di televisi atau bahkan nggak lulus sensor kalau difilmkan hehe

  29. 5 out of 5

    Sofhy Haisyah

    BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tidak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi cukup ilusi bahwa Jao memilinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selaman ini : kabur sebelum acara resepsi dimulai. AKANKAH SAUDARI MENERIMA PERKAWINAN INI SUNGGUH DENGAN IKHLAS HATI Setelah enam bulan bersembunyi, akhirnya Jao berhasil menemukan R BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tidak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi cukup ilusi bahwa Jao memilinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selaman ini : kabur sebelum acara resepsi dimulai. AKANKAH SAUDARI MENERIMA PERKAWINAN INI SUNGGUH DENGAN IKHLAS HATI Setelah enam bulan bersembunyi, akhirnya Jao berhasil menemukan Reina. Seperti dugaannya, suaminya itu memaksanya pulang bersama ke Jakarta. Memangnya apa yang dia harapkan ? Semacam membuka lembaran baru dan hidup bersama sebagai suami-istri sungguhan ? SAYA BERJANJI SETIAP KEPADANYA DALAM UNTUNG DAN MALANG, DAN SAYA MAU MENCINTAI DAN MENGHORMATINYA SEUMUR HIDUP Ini cerita tentang dua orang yang tak saling cinta tapi bertahan untuk tetap bersama. Sampai kapan mereka akan terus berusaha ? Perlukah mereka jatuh cinta dulu supaya bisa bertahan ? *** Lebih baik mencintai yang tak bisa kau miliki. Daripada memiliki seseorang yang tak bisa balas mencintai Jujur, ini pertama kalinya aku membaca karya om unyu itu. Dan, rasa-rasanya untuk kedepan aku pengen koleksi karyanya yang lain. ^_^))/ Okee, dimulai dari covernya dulu. Huuu, sexy nyooo~~. Aku sama sekali tidak menampik bahwa aura pertama saat melihat cover novelnya itu yaa sexy. Kemungkinan karena warna merah dan menampilkan salah satu bagian tersensual yang manusia miliki. #Halaahh. Konsep covernya pun perfect banget lah menggambarkan isi ceritanya. Seorang pria yang sedang memakaikan lipstick kepada si wanita, menjadi sebuah ilustrasi bahwa adanya unsur “pemaksaan” dalam cerita ini. Yappp, Reina Hardiansyah merupakan anak sulung dari pemilik Hardiansyah Electronics. Selepas Ayahnya meninggal, dia langsung didampuk untuk mengambil alih perusahaan tersebut, tidak terkecuali dengan masalah hutangnya. Masalah hutang semakin berlanjut, karena salah satu perusahaan piutang terbesar untuk perusahaan Ayahnya mengancam untuk membawa masalah tersebut ke ranah pengadilan, jika saja kali ini perusahaan mendiang Ayah Reina mangkir lagi untuk membayarnya. Reina pun berinisiatif melakukan negoisasi kepada pemilik perusahaan pemberi piutang terbanyak tersebut, Jao Lee. Tapi, negoisasi tersebut malah menjadi babak baru kehidupannya bersama IBLIS bernama Jao Lee. Satu hal yang aku ketahui sebelum membaca buku ini dari beberapa reviewer book via blog, yaitu harus bersiap untuk berkipas-kipas ria, dikarenakan banyaknya bagian yang berbau “kedewasaan” didalamnya. Dan benar saja, halaman pertamanya telah menyuguhkan hal tersebut. Untuk aku pribadi nggak masalah, toh udah 21 tahun. Tapi si adek yang baru 13 tahun. Hmmm, kayaknya butuh tempat khusus agar novel ini tidak terbaca olehnya. Kesan lain selain berkipas-kipas yang aku rasakan setelah membacanya yaitu : Jatuh cinta pada Jao Lee. Bagaimana tidak, si pemilik showroom Shylock Car yang awalnya egois, rela berubah sedikit demi sedikit untuk mendapatkan serta membahagiakan hati Reina yang juga sedikit egois,keras kepala, sok malu-malu kucing di hari-hari sisa perjanjian pernikahan mereka. Sosoknya pun digambarkan sebagai pria yang tampan, berwajah oriental, tinggi, berotot, dan smart. Nah, siapa coba yang gak pengen punya pasangan seperti itu ^_^))"> Selain memberikan suguhan makhluk ciptaan fiksi super sempurna. Novel ini juga dilengkapi dengan beberapa ilustrasi gambar yang menurutku so romantic. Lalu, setiap awal bab-nya dilengkapi dengan word of the day, seperti : Cavoli Riscaldati (usaha untuk memperbaiki hubungan cinta yang jelas-jelas sudah gagal), Basorexia (keinginan menggebu-gebu untuk mencium), Green-Eyed Monster (cemburu), dan Redamancy (membalas perasaan orang yang mencintaimu). Belum lagi jika berbicara tentang nilai moral. Hmmm, lumayan banyaklah yang bisa dipetik. Dimana gak hanya pesan moral dari kisah cinta Jao dan Reina saja. Tapi, perjalanan kehidupan orangtua Jao yang bercerai, persahabatan melibatkan strata sosial, dan masih banyak lagi. Last, untuk nilai/norma kesopanan sendiri, kayaknya ada beberapa hal yang tidak baik untuk ditiru, ciuman di depan umum. Aku lupa sih ada berapa bagian yang menampilkan hal ini, kayaknya ada tiga kalo nggak salah. Sebenarnya nggak masalah juga sih, toh Jao dan Reina suami istri yang sah dan aku akui itu salah satu momen yang romantic bangettt. Tapi, jika mengingat latar negara (Indonesia) yang diambil tentu itu sedikit bertentangan aja menurutku. Masih teringat soalnya tentang salah satu diva tersohor bersama suaminya.

  30. 5 out of 5

    Neneng Lestari

    Karakter Jao begitu kuat dan terasa banget dalam bayangan aku seperti apa Jao itu. Gambaran yang penulis jabarkan langsung membuat aku membentuk sketsa wajah di kepalaku. Dan karakter Jao dalam novel tetap konsisten dari awal sampai akhir. Keras di luar lembut di dalam. Walaupun kata Reina dia kejam, iblis atau apapun sebutan negatif lainnya, Jao tetap keren. Karaktek Reina. Disini agak sulit aku jelaskan. Karena sumpah penulisnya berhasil membuat aku benci karakter Reina. (Maaf .... !!!) Kenapa? A Karakter Jao begitu kuat dan terasa banget dalam bayangan aku seperti apa Jao itu. Gambaran yang penulis jabarkan langsung membuat aku membentuk sketsa wajah di kepalaku. Dan karakter Jao dalam novel tetap konsisten dari awal sampai akhir. Keras di luar lembut di dalam. Walaupun kata Reina dia kejam, iblis atau apapun sebutan negatif lainnya, Jao tetap keren. Karaktek Reina. Disini agak sulit aku jelaskan. Karena sumpah penulisnya berhasil membuat aku benci karakter Reina. (Maaf .... !!!) Kenapa? Awal cerita ketika Jao menjemput Reina, aku suka sifat Reina yang sosial banget walau awalnya menjadikan Lotus sebagai tempat persembunyian. Dan bagaimana keras kepalanya Reina ketika menghadapi Jao setelah mereka sampai hotel. Dan macam-macam lainnya. Pokoknya aku suka karakter itu, di bawakan dengan baik oleh penulis sehingga ketika Reina berhadapan dengan Jao, pembaca bisa senyam senyum gak jelas melihat pertengkaran mereka. Intinya karakter yang terbentuk di kepala aku adalah Reina gadis kaya terhormat yang memiliki harga diri tinggi dan rela mengorbankan kebahagiannya untuk melunasi hutang perusahaan dengan menikahi Jao, orang paling brengsek, menurutnya. Ada juga ketika Reina terpuruk saat ditinggalkan sahabat-sahabat baiknya. Sampai ia mengenal seorang pemilik salon kuku. Tapi Reina tetap tegar, kehilangan teman tapi mendapatkan sosok sahabat baru yang menguatkan Reina. Tapi ... Saat bagian Reina flashback tentang kejadian bagaimana ia bisa menikah dengan Jao. Aku berubah benci dengan karakter Reina. Ada bagian dimana Reina menyerahkan tubuhnya pada Jao hanya untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran hutang ayahnya. GILA. Rasa hormat aku kepada Reina di awal cerita berubah menjadi jijik. Sampai akhir cerita pun aku gak bisa menghilangkan rasa tidak suka kepada Reina. Jadi pas ending, aku agak setuju dan tidak setuju dengan kisah mereka. Galau ceritanya hehe ... Terlepas ini adalah novel dewasa, aku pahami adegan sex-nya yang instens. Tapi memahami karakter “murahan” seperti itu gak bisa membangkitkan kembali rasa hormat aku kepada Reina. Mungkin karena aku cewek, aku kurang terima karakter Reina dibikin seperti itu. Anggap aja seperti ini, kalau ada 10 orang yang meminta Reina untuk membayar hutang ayahnya dengan tubuhnya, apa ia akan lakukan juga? Alur cerita yang dipakai, maju-mundur. Jadi ada bagian dimana menceritakan masa lalu Jao yang gak enak dan kisah Reina yang dramatis. Jadi gak perlu khawatir bertanya-tanya kenapa Jao bisa menikah dengan Reina. Semua ada jawabannya. Kisah di dalam novel ini pun bukan sekedar tentang Jao dan Reina. Disini ada bagian khusus dimana menceritakan kepintaran masing-masing tokoh. Gimana Reina berbakat jadi Party Planner dan Jao yang jago me-manage perusahaan mendiang ayah Reina hingga bangkit lagi. Pantesan aja novelnya tebal bingitz, tapi tetap menarik. Karena penulis menggunakan bahasa-bahasa yang lucu dan menghibur saat menjelaskan perasaan Reina atau Jao yang jengkel. Atau saat Reina dan Jao menghabiskan waktu bersama sahabatnya. Aku paling suka penulisnya menggunakan plesetan-plesetan yang lucu. Misalnya “Ganteng-ganteng Simora” aku ngikik bacanya. Karena langsung ketuju sama sinetron indonesia yang lagi banyak penggemarnya. Menarik ... Karena ini kisah romance. Pasti ada cerita galaunya kan. Yup kisah sedihnya pun disusun dengan apik oleh penulis. Membuat aku mengerti perasaan Jao yang terluka ketika Reina tetap kukuh ingin bercerai. Bahkan sampai lembar terakhir pun, Reina tetap tidak berubah pikiran. Cerai ... satu kata yang ia inginkan dari pertama kali bertemu Jao di Lotus. Psstt ... pas Jao sedih, aku jadi kangen suami yang tugasnya di luar kota. See? Inilah maksud aku. Penulis menggabarkan Reina KERAS KEPALA. Tapi kenapa Reina GAMPANG sekali menyerahkan tubuhnya hanya untuk mendapat perpanjangan hutang dari Jao? Ish aku masih kesal bagian itu. Kesal sekali .... Ada satu hal lagi yang gak sesuai (menurut aku). Inspirasi cerita ini dari dongeng terkenal Beauty & the Beast. Menurut aku gak cocok. Karena, inti cerita dongeng tersebut adalah cinta yang berdasarkan hati, bukan fisik. Sedangkan cerita Jao dan Reina di dasarkan benci yang berubah cinta. Secara keseluruhan aku suka. Suka banget malah sama novel ini. Walau ceritanya udah umum, tapi penulis berhasil membuatnya berbeda. Banyak adegan yang aku suka, salah satunya Jao yang hujan-hujanan demi nunggu Reina dan ketika Jao pengen memberi kejutan pad Reina saat sarapan dengan memberi kalung mutiara mahal. Aku paling suka jawaban Reina, kalau mutiara gak bisa di makan. Ngakak guling-guling baca bagian itu. Novel ini TOP lah .... Terlepas dari itu semua, aku minta maaf kalau review aku rada kurang enak. Aku Cuma ingin novel lokal mampu menghargai karakter wanitanya. Itu aja ....

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.