hits counter Good Fight - Ebook PDF Online
Hot Best Seller

Good Fight

Availability: Ready to download

Editor: Gita Romadhona -------------------- Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu. Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra. Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya. Puaskah kau dengan cinta seperti itu? Sampai kapan kau terus duduk di situ, menunggu dia berbalik menginginimu? Be Editor: Gita Romadhona -------------------- Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu. Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra. Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya. Puaskah kau dengan cinta seperti itu? Sampai kapan kau terus duduk di situ, menunggu dia berbalik menginginimu? Berhentilah mengabaikanku. Tak bisakah kau memberiku kesempatan juga? Lirik aku sebentar saja. Dengarkan aku sebentar saja. Biar aku buat kau percaya, hanya aku yang bisa membuatmu bahagia. Hanya aku—bukan dia.


Compare

Editor: Gita Romadhona -------------------- Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu. Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra. Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya. Puaskah kau dengan cinta seperti itu? Sampai kapan kau terus duduk di situ, menunggu dia berbalik menginginimu? Be Editor: Gita Romadhona -------------------- Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu. Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra. Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya. Puaskah kau dengan cinta seperti itu? Sampai kapan kau terus duduk di situ, menunggu dia berbalik menginginimu? Berhentilah mengabaikanku. Tak bisakah kau memberiku kesempatan juga? Lirik aku sebentar saja. Dengarkan aku sebentar saja. Biar aku buat kau percaya, hanya aku yang bisa membuatmu bahagia. Hanya aku—bukan dia.

30 review for Good Fight

  1. 4 out of 5

    Yovano N.

    Bisa juga dibaca di sini: http://kandangbaca.blogspot.com/2012/... “Ngopi-ngopi pagi di atas ranjang sambil ngelanjutin baca Good Fight itu sesuatu banget,” status facebook saya Sabtu pagi kemarin. Ega, teman baik saya, yang pertama kali memberikan komen. “Gimana novelnya?” tanyanya. Saya pun menjawab dengan penuh semangat. “Novelnya? Bikin ge panas-dingin! Namanya juga novel dewasa sih ya. Banyak adegan hand to hand, mouth to mouth, and... body to body! Cara berceritanya asik banget. Novelnya juga Bisa juga dibaca di sini: http://kandangbaca.blogspot.com/2012/... “Ngopi-ngopi pagi di atas ranjang sambil ngelanjutin baca Good Fight itu sesuatu banget,” status facebook saya Sabtu pagi kemarin. Ega, teman baik saya, yang pertama kali memberikan komen. “Gimana novelnya?” tanyanya. Saya pun menjawab dengan penuh semangat. “Novelnya? Bikin ge panas-dingin! Namanya juga novel dewasa sih ya. Banyak adegan hand to hand, mouth to mouth, and... body to body! Cara berceritanya asik banget. Novelnya juga tebel, 500-an halaman gitu. Saking asiknya, udh mau halaman 400 nih. Lucu, kocak, ngegemesin. Lo mesti baca, Darl! Setting ceritanya juga keren; fashion magazine gitu deh. Ih, jadi pingin pindah kerja gw. Hahaha.” Yep. Novel terbaru Christian Simamora ini memang te-o-pe be-ge-te! Setelah sekian lama menunggu terbitnya novel terbaru Chris, akhirnya penantian saya terbayar sudah. Novelnya kali ini (lagi-lagi) tidak mengecewakan para penggemarnya (baca: saya). Saya memang menyukai karya-karya Christian sejak duetnya bersama mbak Windy Ariestanty dalam novel Shit Happens (fyi, Shit Happens inilah yang sukses membuat saya menjadi penggemar setia kedua penulis itu). Good Fight adalah novel ke-8 Chris setelah sebelumnya menerbitkan Pillow Talk. Sama seperti Pillow Talk, Good Fight masuk dalam kategori ‘novel dewasa’ berkat adanya (or should I say: banyaknya?) adegan panas dalam novel ini (Good Fight malah lebih panas dari Pillow Talk lho, menurut saya). Novel yang sebagian besar mengambil setting di kantor majalah fashion bernama Mascara ini berkisah tentang Tere dan Jet, dua rekan kerja yang mempunyai hubungan buruk kayak Tom and Jerry. Tere sebagai fashion editor Macara, dan Jet sebagai fotografer yang sering bekerja sama dengan tim redaksi Mascara. Setiap kali bertemu atau berpapasan, mereka selalu saja bertengkar, saling ejek, saling menjatuhkan mental satu sama lain. Benar-benar nggak bisa cocok deh. Hingga akhirnya tragedi terjebak di lift kantor secara perlahan mengubah hubungan mereka. Ditambah lagi, mereka ternyata memiliki kesamaan nasib: sama-sama 'hanya' menjadi kekasih simpanan. Kesamaan nasib tersebut membuat hubungan mereka yang tadinya kurang harmonis perlahan-lahan menjadi lebih akrab. Bahkan menjadi lebih… uhm, romantis??? Wait, wait… Tere nggak mungkin banget, jatuh cinta sama Jet? Jet gitu loh, orang yang selama ini jadi musuhnya. Ditambah lagi, status mereka masing-masing masih sebagai simpanan orang kan? Tapi Tere nggak bisa membohongi hatinya sendiri, bahwa dia memang mulai ada rasa pada Jet, sebagaimana Jet yang memang sejak awal menaruh hati pada Tere. Baca kisah lengkapnya di Good Fight. Well, inti cerita novel ini memang simple. Tentang benci yang berubah menjadi cinta. Tentang musuh yang berubah menjadi kekasih. Meski simpel, Chris mengemas novel ini dengan sangat menarik, segar, kocak, dan memesona. Ceritanya begitu mengalir, membuat novel setebal 500-an halaman ini begitu nikmat disantap (yeah, otak mesum saya cukup terpuaskan oleh setiap adegan panas di novel ini. Haha.). Inilah novel tebal pertama saya tahun ini yang saya habiskan dalam waktu lebih cepat dari biasanya. Well, novel ini memang easy reading, yang berarti, butuh usaha sangat keras dari sang penulis untuk menuliskannya. Salut banget deh, sama Christian Simamora. Sayangnya (iya, sayangnya) masih terdapat beberapa typo di novel ini. Saya memang tak mencatat di halaman berapa saja, yang jelas kesalahan penulisan yang paling sering saya temui adalah penggunaan huruf kecil sesudah tanda baca titik. Mungkin untuk beberapa orang hal ini tak begitu mengganggu, atau bahkan tak disadari sama sekali. Tapi saya (entahlah, mungkin ini penyakit) sangat-sangat mendambakan ketiadaan cela dalam novel yang saya beli, apalagi dari penerbit besar seperti Gagasmedia. Eww, saya mulai terdengar menyebalkan ya? Ya ya, abaikan saja bagian ini. Saking cintanya sama novel ini, saya hampir saja memberinya 5/5 bintang. Tapi kayaknya nggak adil deh, soalnya masih terdapat typo yang cukup mengganggu saya. 4/5 bintang sepertinya lebih baik. Buat yang belum punya buku ini, cepat-cepat beli sanah. Sayang banget kalau novel sebagus ini nggak dijadiin koleksi. :)

  2. 5 out of 5

    Caca Venthine

    Lagi dan lagi gue dibikin tergila-gila sama Mr. J yang 1 ini.. Setelah melahap Jere,Jandro,Jo sekarang sukses melahap Jet juga. Bang Ino emang paling pinter ngerayu pembaca buat beli novel-novelnya ya =)) Ceritanya tentang Jethro Liem dan Teresia. Mereka 1 kantor gitu cinnn.. Lah ini kenapa jadi ngondek begini -___-!! Oke oke sorry.. Jadi nih ya begini kak begini. Si Jet and Tere ini kerjaannya berantem mulu kaya meong and guguk. Tiap ketemu selalu adu mulut gitu. Eh makin lama akhirnya jadi jatu Lagi dan lagi gue dibikin tergila-gila sama Mr. J yang 1 ini.. Setelah melahap Jere,Jandro,Jo sekarang sukses melahap Jet juga. Bang Ino emang paling pinter ngerayu pembaca buat beli novel-novelnya ya =)) Ceritanya tentang Jethro Liem dan Teresia. Mereka 1 kantor gitu cinnn.. Lah ini kenapa jadi ngondek begini -___-!! Oke oke sorry.. Jadi nih ya begini kak begini. Si Jet and Tere ini kerjaannya berantem mulu kaya meong and guguk. Tiap ketemu selalu adu mulut gitu. Eh makin lama akhirnya jadi jatuh cintroonngg.. Benci jadi cintaa gitu ya.. Tapi masalahnya,mereka berdua ini masing-masing udah punya pacar. Jet yang pacaran sama istri orang,sedangkan Tere pacaran sama cowok yang udah tunangan dengan cewek lain.. Complicated kan? Banget.. Miris kan? Iya.. Senasib ya?? Ho’oh.. Jadi gue harus gimana dong.. Walau keliatannya complicated banget,tapi tetep aja bang Ino bikinn ini cerita gk serumit rumitnya yang bikin otak lo ngejelimet. Tentu aja banyak adegan yang bikin senyam senyum sendiri bahkan sampe ketawa.. Yang gue suka dari tulisan bang Ino itu apa ya? Berasa kaya bukan baca,tapi kaya dengerin orang lagi ngobrol didepan gue yang artinya NYATA.. REAL!! Ini yang gue suka.. Gk perlu banyak kata mutiara yang bikin ati lo nyes-nyes anget-anget tai kotok gitu,tapi di cerita ini lo bakal nemuin sesuatu yang gk ada di novel lainnya ^^ Itu yang gue suka dari cara bercerita bang Ino ^^ Hhhmmm tentu aja seperti yang sudah-sudah,di novel ini banyak adegan dewasanya ya ._. Satu lagi yang gue suka dari novel-novel bang Ino itu karena TEBEL, HALAMANNYA BANYAK!! Jadi gue ngerasa PUAS banget ^^ Good job buat bang Ino.. Gue tunggu Mr. Hot lainnya, eh maksudnya Mr. J lainnya.. Okey selamat berjumpa di review selanjutnya kalau memang bias dibilang review karena gue kebanyakan ngawurnya.. Bye muggles.. *avada kedavra* *apparate* ._.

  3. 4 out of 5

    Fairuz Hasna Karimah

    Excited banget waktu tau novel terbaru Christian Simamora terbit... langsung ngabrit ke toko buku aja gitu hehehe. Sempet wow juga ini novelnya tebel amat bo. Tapi karena penasaran, akhirnya tamat juga ini novel dalam semalam. Novel ini bagus. Tema standar benci-jadi-cinta dikemas Christian dengan jalan cerita yang menarik & gaya penulisannya yang oke. Tere, twentysomething girl yang bekerja di sebuah majalah lifestyle; Mascara, benci banget sama Jethro a.k.a Jet a.k.a fotografer ganteng nan seks Excited banget waktu tau novel terbaru Christian Simamora terbit... langsung ngabrit ke toko buku aja gitu hehehe. Sempet wow juga ini novelnya tebel amat bo. Tapi karena penasaran, akhirnya tamat juga ini novel dalam semalam. Novel ini bagus. Tema standar benci-jadi-cinta dikemas Christian dengan jalan cerita yang menarik & gaya penulisannya yang oke. Tere, twentysomething girl yang bekerja di sebuah majalah lifestyle; Mascara, benci banget sama Jethro a.k.a Jet a.k.a fotografer ganteng nan seksi di tempatnya bekerja yang doyan banget ngerjain dan nyela-nyela dia. Tapi setelah kejebak di lift bareng dan sesi curhat-curhatan yang akhirnya membuka rahasia mereka; bahwa mereka berdua berstatus sebagai selingkuhan orang, somehow, mereka jadi dekat. Dan di sini mulai terlihat bahwa baik Jet maupun Tere memiliki ketertarikan terhadap satu sama lain. Bisa kebayang kan, dua orang selingkuhan berselingkuh lagi? Mestinya sih gampang ya kalo gitu. Tinggal putusin pasangan selingkuh masing-masing, dan voilà... mereka akan jadi pasangan kekasih yang normal (bukan selingkuhan gitu loh). Tapi ya ternyata semuanya ga segampang itu. Detail lebih lanjutnya baca sendiri aja deh ya...hihihi. Satu hal yang ganggu; terlalu banyak karakter & adegan-adegan yang ga penting. Dan oh ya, ada sedikit typo yang lumayan ganggu juga deh hehehe. Tapi overall novel ini bagus kok, cukup worth to read. Yaaaah meskipun mau ga mau tetep aja secara ga sadar ngompare-in ini novel sama novel Christian sebelumnya; Pillow Talk, which I really, really love. And (sorry to say lagi nih...) I love Pillow Talk better than this one. Bukan berarti novel ini ga bagus loh ya! Mungkin karena hal-hal ganggu yang aku sebutkan tadi aja kali ya hehehehehe :-P Moral of the story: JANGAN MAU JADI SELINGKUHAN ;-)

  4. 5 out of 5

    Inasni Dyah R.

    Hey~o. Cukup lama juga ternyata baca Good Fight, meski bisa dibilang aku lumayan suka ceritanya. Baiklah. Tiga bintang di atas merupakan penilaian objektif karena ada beberapa hal yang memang bagus dan aku suka; plus ada beberapa hal yang cukup mengganggu selama aku baca di pertengahan menuju akhir. Jadi, aku bakal nulis apa aja yang aku suka dari buku ini. 1) Chemistry Jet sama Tere bagus banget. Tipe-tipe uwu yang bikin senyum-senyum sendiri sepanjang mereka pedekate, denial, sampe akhirnya jadia Hey~o. Cukup lama juga ternyata baca Good Fight, meski bisa dibilang aku lumayan suka ceritanya. Baiklah. Tiga bintang di atas merupakan penilaian objektif karena ada beberapa hal yang memang bagus dan aku suka; plus ada beberapa hal yang cukup mengganggu selama aku baca di pertengahan menuju akhir. Jadi, aku bakal nulis apa aja yang aku suka dari buku ini. 1) Chemistry Jet sama Tere bagus banget. Tipe-tipe uwu yang bikin senyum-senyum sendiri sepanjang mereka pedekate, denial, sampe akhirnya jadian. 2) Dinamika ceritanya keren banget. Plot, karakteristik, background pekerjaan dan fashion, semua diramu dengan baik. 3) Gaya bahasanya pun enak dicerna, meski memang ada beberapa typo, awal kalimat nggak pake kapital, "statemant" yang muncul di mana-mana, tapi selebihnya oke lah. 4) Nadine!! OMG, dia ini ngeselin banget. Semacam Indra versi cewek tapi jauh jauh jauuh lebih ngeselin. Aku berusaha berkali-kali nempatin diri di posisinya dan berusaha paham apa yang udah dia alami--yaa bisa sih, tapi tetep aja ujung-ujungnya kesel, lmaooo. 5) Di pertengahan agak dragging, tapi setelah itu mulai seru lagi. 6) Cerita ini keliatannya sederhana, tapi bikin aku mikir bahwa ada sisi lain yang bikin orang selingkuh, dan itu bukan karena salah pasangan mereka, melainkan karena pelaku perselingkuhan simply rakus. Pengin menangnya sendiri. Dan, terjebak di hubungan kayak gitu itu ujung-ujungnya bakal toxic kalo nggak problematik. Jadi yah, monogamy or polyamory, the consent one of course, lmaooo is the solution. ;) *** Nah sekarang, beralih ke beberapa hal yang aku kurang suka. Perlu diingat, hal ini mungkin nggak terlalu berpengaruh ke cerita, tapi cukup krusial sampe nggak bisa diabaikan begitu aja. Dan... itu adalah... reaksi Jet tiap kali dia ditanya dia gay™ atau nggak. Well, harus kuakui, sejak pertama kali baca, aku rada takut beberapa tokoh bakal keliatan homophobic. Hal ini terbukti dari reaksi Indra di hlm. 195 pas dia jijik ngeliat Jet ngedeketin dia. Newsflash, Indra, cuma karena seseorang gay, bukan berarti otomatis mereka langsung tertarik sama kamu. Nggak usah ge-er, dan siapa juga sih yang mau sama cowok homophobic? Celakanya, Jet ini digambarin amat-sangat-super-duper macho. Dan, kemacho-an ini nggak akan lengkap kalo dia nggak straight. Ceritanya, Jet ini pernah ditembak cowok, trus di hlm. 344, Tere nanyain hal itu. Tanyanya biasa aja gitu, tapi di hlm. 345, Jet ditunjukin mencak-mencak bilang nggak bahkan sampe sempet tersinggung. Jet bilang, "HEH! Sembarangan aja... Nggak. I'm not a homophobic but to tell you the truth, I definitely love woman." Nggak tau kenapa, Jet ini seriiiiiiing banget bilang dia straight, dia cuma suka cewek, etc etc. Orang-orang di sektiarnya pun selalu refer dia sebagai hetero, sampe di hlm. 351 Tere bilang, "You definitely AREN'T GAY." Dan jangan lupa pas di apartemen Fernanda, si Jet nyariin cowok, dan Nanda langsung bales Jet kayak orang gay aja nanya gitu. OH, WELL. Okay, first thing first, kenapa Jet pas tersinggung sampe dikasih capslock dan bold gitu? Dan, Tere makin memperparah pake capslock juga. Tell you what, adegan-adegan ini nunjukin banget betapa Jet kemungkinan insecure, bahkan bisa jadi kena sexuality dysphoria, dan tokoh-tokoh lain nggak begitu ngedukung cowok ini dan malah bikin dia makin terjerembap. Aku tau Jet emang tertarik sama cewek, tapi nggak perlu lah berulang-ulang nyebut diri sendiri straight, I'm not gay, I love women. STOP. Just, stop. I heard you the first time. Bahkan orang normal pun nggak pernah ngomongin seksualitas sendiri sampe kayak gitu, Jet... OMG. Bahkan kalo ternyata Jet bi, aku nggak masalah. Aku fine-fine aja. Semakin dia bilang dia straight, rasanya dia lagi come out dan ngotot banget meyakinkan orang lain bahwa dia nggak gay. Pertanyaanku, why? Why the effort? Why the constant reference? Stop it already, we all get it. (ಥ_ʖಥ) Adegan lain yang nge-refer Jet sebagai straight ada di hlm. 356 pas Dani cemburu ke Rian, dilanjut di hlm. 472 pas Rian bilang kalo Jet desperate banget ngejar cinta, dia nggak maskulin. Yeah, well, Jet, tell you what: get some better friends already they cannot even. ლ(╹ε╹ლ) *** Hal lain yang aku kurang sreg adalah pas Tere (view spoiler)[pengin mutusin Sammy karena cowok itu terlalu soft. Tere lantas membandingkan cara Sammy nyium dia--yang lembut dan nggak bergairah--sama cara nyium Jet. Hasilnya? Jelas beda banget dan Tere ngerasa lebih sreg sama Jet. (hide spoiler)] Don't get me wrong. Aku nggak masalah kalo Tere tertarik secara seksual ke orang lain, tapi menurutku, nggak gitu caranya. Dia boleh putus sama orang karena mereka toxic, suka nuntut, ngancem dan blablabla kayak (view spoiler)[ pas sama Indra dulu (hide spoiler)] . Tapi ini yang cowok kan nggak salah apa-apa. Alasan kayak gitu masih bisa dibicarain baik-baik supaya hhubungan tetep lancar dan nggak ada yang mendem di belakang. Kalo kayak gitu, malah Tere yang jadi toxic, wkwkwk. *** All in all, penulisan tentang isu-isu di atas (terutama cara Jet nanggepin persepsi orang bahwa dia gay) harusnya bisa lebih di-"benerin" lagi. Cuma karena dia dikira gay, dia nggak bakal berubah jadi gay beneran, kali. Bahkan Dani yang gay pun masih mikir orang hetero bisa jadi gay (hlm. 433). Like, how?? Just frigging how?? Kalo dia gay, dia nggak bakal jadi straight kali, ampun Daniii, get your facts right! (つ◉益◉)つ Anyway, kalo ada yang pengin baca, silakan baca. Ceritanya cukup menarik dan menghibur kok. Cuman kalo ngerasa topik dangerously severe homophobia lumayan triggering, ya, feel free to choose your fighter, dear.

  5. 4 out of 5

    Dhea Safira

    Novel pertama dari Kak Chris yang aku baca. Jadi kepo gara2 namanya suka disebutin sama Mbak Windry, Mbak Winna, juga Mbak Nina di bagian 'thanks to', and here I am.... Well, novelnya interesting. Cukup dibuat geleng2 kepala dengan analogi2 nyeleneh bin ajaibnya. Bahasanya mudah dimengerti, nggak perlu kata2 manis atau perumpamaan tingkat dewa. Ceritanya.... I like it.... mmm.... kecuali bagian ada suka sesama jenisnya, sih. *aku kan masih lugu dan polos* Tapi, typonya cukup banyak. Yah, walau cuma Novel pertama dari Kak Chris yang aku baca. Jadi kepo gara2 namanya suka disebutin sama Mbak Windry, Mbak Winna, juga Mbak Nina di bagian 'thanks to', and here I am.... Well, novelnya interesting. Cukup dibuat geleng2 kepala dengan analogi2 nyeleneh bin ajaibnya. Bahasanya mudah dimengerti, nggak perlu kata2 manis atau perumpamaan tingkat dewa. Ceritanya.... I like it.... mmm.... kecuali bagian ada suka sesama jenisnya, sih. *aku kan masih lugu dan polos* Tapi, typonya cukup banyak. Yah, walau cuma mestinya huruf kapital, ternyata enggak. Gitu-gitu aja sih. Tapi kan, ya..... emm...... kalau bisa diminimalisir, akan lebih baik ^^ Kembali kepada aku adalah gadis yang masih lugu dan polos *sigh* aku sempat megap2 kala membaca part adegan2 Rated R-nya..... I Think, I'm gonna love his novel.... *bukan karena Rated R-nya*

  6. 5 out of 5

    Sulis Peri Hutan

    Saya masih ingat dua pertanyaan yang ditanyakan salah satu followers GagasMedia ketika ada live tweet bersama Christian Simamora, pertanyaan tersebut adalah kenapa covernya bergambar kancing dan lensa? Dan kenapa judulnya Good Fight? Jawaban Christian Simamora secara garis besar adalah karena kedua tokoh utamanya bekerja dibidang fashion dan fotografer, cover tersebut mencerminkan pekerjaan mereka, sedangkan kenapa Good Fight? Karena kedua tokoh utama buku ini sama-sama loser dalam masalah cinta Saya masih ingat dua pertanyaan yang ditanyakan salah satu followers GagasMedia ketika ada live tweet bersama Christian Simamora, pertanyaan tersebut adalah kenapa covernya bergambar kancing dan lensa? Dan kenapa judulnya Good Fight? Jawaban Christian Simamora secara garis besar adalah karena kedua tokoh utamanya bekerja dibidang fashion dan fotografer, cover tersebut mencerminkan pekerjaan mereka, sedangkan kenapa Good Fight? Karena kedua tokoh utama buku ini sama-sama loser dalam masalah cinta. Kali ini, Christian Simamora mengambil premis cerita benci jadi cinta dan memposisikan seorang selingkuhan sebagai pemeran utama. Tere, dia adalah senior fashion editor di majalah Mascara, salah satu majalah fashion dan liferstyle untuk wanita perkotaan. Sedangkan Jethro Liem, adalah fotografer untuk majalah Manner dan Mascara, kalau Mascara untuk majalah wanita, Manner adalah majalah khusus pria metroseksual. Kedua majalah tersebut berdiri di bawah naungan Tiara Group, hanya berbeda lantai saja, sehingga tidak heran kalau Tere sering sekali bertemu dengan Jet, apalagi bekerja sama untuk membuat sebuah artikel. Masalahnya, Tere benci sekali dengan Jet, dia itu pengganggu, selalu saja usil mengoda dirinya, Jet adalah musuh besarnya. Puncak kemarah Tere ketika Jet mencampuri hubungannya dengan Indra, pacar Tere di mana sudah bertunangan dengan orang lain. Jet tidak ingin Tere hanya diberi waktu sisa dari Indra, Tere selayaknya bahagia. Dia bukannya sok tahu dan sok baik, kenyataanya, Jet juga selingkuhan seorang wanita yang lebih tua darinya, seorang istri di mana suaminya sedang merengang nyawa. Mereka berdua memang mengenaskan. Dari saling jujur itulah kedekatan mereka mulai terjalin, walau kadang masih bermusuhan, mereka mengerti perasaan satu sama lain, Jet sangat terlihat kalau dia ada perasaan untuk Tere, sedangkan Tere tidak bisa melupakan Indra walau kini hatinya terbagi dengan Jet, cowok nyebelin tapi perhatian setengah mati padanya. Mereka berdua capek merebut kebahagiaan orang lain, mereka berdua ingin mempunyai kebahagiaan sendiri. "Ya, mau gimana juga, Re. Posisi orang ketiga kan emang selalu dianggep miring. Lo dan gue emang nggak ngarep buat dibela, cuman kalau makin dipojokkan pula sama orang-orang setelah semua rasa bersalah yang menumpuk di dada, ah, nggak sanggup aja gue ngedepinnya." FYI, Good Fight adalah novel dari Christian Simamora paling favorit dan paling tebal, puas banget bacanya :). Selain itu, kisah buku ini juga yang paling pelik dari semua cerita mainstream yang ChrisMor pernah angkat. Pertama adalah status selingkuhan, di mana-mana, di kehidupan nyata pun posisi ini adalah yang selalu disalahkan dan di cap sebagai penghancur kebahagiaan pasangan lain, ChrisMor memberi gambaran kalau sebenarnya yang salah bukan hanya dari pihak si selingkuhan tetapi yang mau dan tetap saja ingin menjalin hubungan dengan si selingkuhan. Jadi selingkuhan itu nggak enak kok, Tete menceritakan kisah hidupnya dengan detail, di mana hanya 'waktu sisa' yang dia dapat, tidak bisa setiap waktu bisa berhubungan, selalu menjadi yang kesekian, tidak pernah menjadi prioritas. Tema kedua adalah benci jadi cinta, salah satu tema mainstream favorit saya, nggak akan ada bosannya kalau nemu cerita yang seperti ini, hahahaha. Saya suka interaksi Tere dan Jet, saling ejek dan nyindirnya lucu banget, chemistry mereka berdua sangat terasa ketika 'pura-pura benci' :D. Oh ya, karakter Jethro adalah karakter #jboyfriend favorit saya, akkkkk pengen deh dipeluk Jet dari belakang, tato tribalnya nggak nguatin :p. Selebihnya masih seperti gayanya ChrisMor, banyak bahasa gaul yang bertebaran tapi nggak separah buku-buku selanjutnya (buku ini adalah seri #jboyfriend no.2 ) kok, sahabat-sahabat yang care dan pasangan homoseksual. Seperti kebanyakan novel ChrisMor yang lain, hampir semuanya belabel dewasa, buku ini cukup banyak adegan uhuk-uhuk yang butuh kipas, jadi buat yang belum dewasa nggak boleh baca buku ini ya :D. Saya kasih 3 kipas buat interaksi Jet dan Tere yang cukup hot. Buku ini baru saja cetak ulang, covernya pun diseragamkan dengan seri #jboyfriend di mana cowok-cowok hot yang jadi modelnya, ada bonus paperdoll juga, jadi pengen punya lagi nih, huhuhu, walaupun cover yang ini pun juga nggak kalah cakep, tapi kan, biar seragam juga di rak buku saya *cari buntelan* *nyengir* Buat yang suka cerita happy ending dan sedikit dewasa, buku ini wajib dikoleksi :D 5 sayap untuk si seksi Jet :p review lengkap http://kubikelromance.blogspot.com/20...

  7. 4 out of 5

    Rose Gold Unicorn

    Sebelumnya, aku mau buat pengakuan. Buku ini sudah lama aku baca dan selesaikan tahun 2012 lalu. Baru sempat bikin review sekarang karena baru ada mood. #dikeplak Mmm, dan ini sebenarnya juga masih bingung mau tulis tentang apa. Mengingat buku ini sudah lumayan lama aku baca. Jadi sekarang sudah agak lupa jalan ceritanya. #didepak HEHEHEHE… Oke. Gimana kalau aku mulai dengan sedikit sinopsis? Hmmm, novel ini menceritakan tentang permusuhan yang jadi cinta. Pernah dengar istilah benci-benci rindu ‘k Sebelumnya, aku mau buat pengakuan. Buku ini sudah lama aku baca dan selesaikan tahun 2012 lalu. Baru sempat bikin review sekarang karena baru ada mood. #dikeplak Mmm, dan ini sebenarnya juga masih bingung mau tulis tentang apa. Mengingat buku ini sudah lumayan lama aku baca. Jadi sekarang sudah agak lupa jalan ceritanya. #didepak HEHEHEHE… Oke. Gimana kalau aku mulai dengan sedikit sinopsis? Hmmm, novel ini menceritakan tentang permusuhan yang jadi cinta. Pernah dengar istilah benci-benci rindu ‘kan? Nah, cucok deh dengan isi buku ini. That’s why judul novel ini adalah Good Fight, “Perkelahian yang Baik”. Tere, seorang fashion stylish yang jadi pacar selingkuhan seorang lelaki yang terlalu pengecut untuk ditunangkan dengan wanita pilihan orangtuanya. Jet, seorang fotografer yang digambarkan dengan postur tubuh dan wajah nyaris mendekati sempurna, yang juga jadi pacar selingkuhan seorang model profesional yang suaminya sebentar lagi akan mati karena sakit kronis. Aha! Klop bukan? Nah, nasib yang sama akhirnya mendekatkan mereka dalam hubungan yang manis. Padahal awalnya Jet dan Tere ini musuhan lho di kantornya. Karena Jet suka usil dan Tere nggak suka hidupnya diganggu orang lain. Singkat cerita, mereka akhirnya menjalin kasih. (Duileh, bahasa gue). #selfdungdung. Tapi seperti layaknya roller coaster (ampun deh, jadul amat sih gue) #gakpapadehya hubungan mereka nggak jalan adem ayem aja. Ada keseruan-keseruan dan konflik yang cukup serius yang berkelebatan di hati dan pikiran mereka masing-masing. *** Baiklah, review kali ini aku mulai dari kaver depannya yang ciamik. Aku akui Gagas Media tidak pernah gagal membuat kaver buku yang simpel tapi berkelas. Kaver buku terbaik, pasti itu novel Gagas. Kavernya sangat nyambung dengan isi cerita ; kancing dan lensa. fashion stylish dan fotografer. Top! But wait, bagaimana dengan konten alias isi buku yang notabene berhubungan erat dengan kualitas bacaan? Well, untuk kalian pencinta metropop, novel ini bisa dikategorikan bagus. Bagus sekali, malah. Sayangnya, yang mereview kali ini bukan seorang pencinta metropop. (Aku hanya penyuka lho, bukan pencinta. Hehehe). Thus, kalau aku baca sinopsis di kaver belakang novel ini, aku sama sekali tidak penasaran untuk membaca novel ini. Hm, apa yah, terlalu biasa mungkin? Dunno why, nggak nyetrum aja sama aku. In other hands, aku suka banget dengan gaya penulisan di buku ini. yap Christian Simamora memang biasanya renyah dan gurih setiap menulis buku. jadi, walaupun novel ini tebal sekali, aku tidak merasa mati gaya dan cepat bosan membacanya. Sayangnya, untuk ukuran metropop, menurutku novel ini terlalu vulgar. Banyak adegan-adegan yang ditulis begitu saja seolah-olah tidak melewati proses editing. Entahlah, aku hanya merasa novel ini kelewat vulgar. In case, aku ingatkan Christian memang cenderung bikin novel yang “agak-agak”. Hal yang cukup mengganggu lainnya yaitu terlalu banyak campur aduk penggunaan dialog dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Alamak jaaang… Aku yang pas-pasan kemampuan berbahasanya, jadi agak repot kalau harus bolak balik buka kamus. Hhhhh #exhale Pun aku sendiri bingung. Ini novel genre apa ya? Erotis atau romance? Banyak hal-hal manis tentang cinta sih. Tapi kayak nggak ada pesan moralnya gitu. Pacaran sama suami orang, memanfaatkan kebaikan orang, selingkuh padahal sudah bertunangan. Miyape??? Eh tapi di belakang buku ini sudah tertera kalau ini novel dewasa kok. Ada kisah tentang bercinta di kamar mandi segala terus kegap #apabangetdah juga ada cerita soal kehidupan para gay. #semakinmengernyit Terlepas dari itu, konflik yang disuguhkan agak menarik menurutku. Tapi tidak terlalu. Tentang dua orang yang tadinya musuhan terus jadi pacaran. Hayo hayo… Siapa yang kesindir? Tapi, aku tidak terlalu suka dengan tokoh Jet yang suka asal bertindak. Suka asal sembarangan kiss bibir Tere. Tere juga sama aja. Jadi cewek kok gatel. #eh Iya. Tere suka banget berimajinasi soal tubuh Jet yang sumpah-aku-males-bahas-ini-mending-baca-sendiri-aja itu. Gawd! Penulisnya cowok lho… Bikin tanda tanya nggak sih??? Oke. Fokus ke isinya. Jangan ke penulisnya. Overall, buku ini masih pantes buat dibaca dan tidak hanya akan sekedar jadi pajangan di toko buku saja. 3 of 5 stars.

  8. 5 out of 5

    Fhily

    "Saat memutuskan buat jatuh cinta, lo juga membuka kemungkinan cinta kelak akan berbalik nyakitin lo" - Page 373 Teresia dan Jethro Liem adalah 'teman kantor' sekaligus musuh bebuyutan mereka dua orang yang paling tiada hari tanpa adu mulut jika bertemu. Tere yang gampang emosi, Jet yang santai menanggapinya tapi selalu berhasil membungkam Tere. Namun dibaliknya Tere dan Jet ternyata senasib sama-sama menjadi orang ketiga. Tere berpacaran dengan Indra yang notabene adalah 'tunangan ora "Saat memutuskan buat jatuh cinta, lo juga membuka kemungkinan cinta kelak akan berbalik nyakitin lo" - Page 373 Teresia dan Jethro Liem adalah 'teman kantor' sekaligus musuh bebuyutan mereka dua orang yang paling tiada hari tanpa adu mulut jika bertemu. Tere yang gampang emosi, Jet yang santai menanggapinya tapi selalu berhasil membungkam Tere. Namun dibaliknya Tere dan Jet ternyata senasib sama-sama menjadi orang ketiga. Tere berpacaran dengan Indra yang notabene adalah 'tunangan orang yang bernama Ata, Putri Solo' dan Jet mempunyai hubungan gelap dengan Nadine Sasongko 'isteri orang yang sedang sakit di Singapura'. Dan keduanya saling membongkar rahasia mereka saat pembicaraan di rumah Tere. Kejadian lift macet gara-gara Jakarta black out yang membuat Tere dan Jet terjebak selama beberapa jam di dalam lift, sampai-sampai mereka berbicara tentang kematian -_- Ya... didalam lift itu untuk pertama kalinya musuh bebuyutannya itu menciumnya a kiss not the kiss tapi berhasil membuat Tere bertanya-tanya... apa artinya? Mulai dari saat itu, kedekatan demi kedekatan Jet dan Tere mulai. Kedatangan Fernanda Basuki yang adalah mantan Jet di pesta pernikahan Joshua dan Emmilia Pillow Talk Christian Simamora sedikit membuat Tere cemburu karena katanya dia ingin menjodohkan Jet dengan temannya yang bernama Tiffany. Singkat cerita beralihlah ke Pesta Nanda di apartemennya yang mengundang teman-temannya termasuk Tiffany. Tanpa Tere tahu bahwa itu cuma akal-akalan mereka membuat Tere cemburu. Mesra-mesraan di pantry, ciuman paksaan di balkon, berhasil membuat Tere panas sepanas-panasnya. Tanpa dia ketahui bahwa Tiffany adalah lesbinya Naya :O teman-temannya Nanda gak ada yang beres-_- Oke... setelah pesta itu... Jet dan Tere beruba statusnya jadi 'teman'... teman seranjang O.o -_- x_x fall in lust love with him?-Tere page 219 Pokoknya begitu sampai Tere dan Jet resmi pacaran. Saat Nadine Sasongko, kembali dan dengan awkwardnya menemukan Tere dan Jet di kamar mandi sedang.... ehm... Tere diusir dengan keadaan half naked dan ngenesnya harus ganti baju di luar apartement :x Pokoknya jalan cinta Tere dan Jet ini agak complicated ditambah kehadiran Sammy, mantan pacar Tere. Saat Tere dan Jet putus! Tapi... happy ending juga. 4 stars :) soalnya saya ikut ngerasain nyeseknya Tere dan nyeseknya Jet. Gak suka banget sama Indra!!!!! gak banget!!!!!!! juga sama Nadine!!! mereka berdua itu sama-sama egois Yah begitulah cuman sedikit yang typo sih kayak layar jadi layap di page 122. Dan yang mana yah ._. lupa tapi cuma sedikit emang. "Jangan buru-buru bikin asumsi seserius itu. kenyataan seringnya berlaku sebaliknya" - Lisa page 310 "Jangan mengulangi apa yang sudah orang-orang itu lalukan ke kita" - page 363 "Kalau gue benar-benar mencintai lo, gue juga harus belajar melepaskan lo" - Jet page 476

  9. 4 out of 5

    Novee

    This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here. Rasanya udah lama banget gw ga begadang demi selesaiin satu novel :D dari awal gw udah berharap banyak dr novel ini, selain krn mmg suka novel2nya Christian Simamora, jg krn review nvl ini di GR yg bagus2.. Dan emg ga ngecewain nih. Tebalnya jg jadi ga terasa karena ceritanya yg asik dan ngalir (y). Good Fight ceritanya ttg Tere dan Jet, teman sekantor yang musuhan dan hobi banget berantem setiap kali ketemu (pdhl diam2 ini cara Jet utk narik perhatiannya Tere. hihi) Terus karena satu dan dua kejad Rasanya udah lama banget gw ga begadang demi selesaiin satu novel :D dari awal gw udah berharap banyak dr novel ini, selain krn mmg suka novel2nya Christian Simamora, jg krn review nvl ini di GR yg bagus2.. Dan emg ga ngecewain nih. Tebalnya jg jadi ga terasa karena ceritanya yg asik dan ngalir (y). Good Fight ceritanya ttg Tere dan Jet, teman sekantor yang musuhan dan hobi banget berantem setiap kali ketemu (pdhl diam2 ini cara Jet utk narik perhatiannya Tere. hihi) Terus karena satu dan dua kejadian, akhirnya mrk saling curhat dan ketahuanlah ternyata mrk senasib, statusnya sama2 jadi selingkuhan orang (disini gw ga bisa sebel sm Tere maupun Jet, soalnya bs memaklumi kondisi yang buat mrk jadi seperti itu). Dari awal sih Jet udah naksir Tere, Tere'nya aja yang sibuk jual mahal dan menyangkal habis2an perasaannya sendiri. Baru setelah usaha Nanda, teman Jet, untuk manas-manasi dan bikin Tere cemburu, akhirnya Tere mengakui perasaannya terhadap Jet dan terjadilah momen2 intim nan panas antara mrk berdua kekekeke.. Masa2 pacaran Jet dan Tere oh so sweeettt banget, but sayangnya masa2 itu hanya berlangsung singkat krn kembalinya sosok Nadine, selingkuhannya Jet. Deuh !! Tidak seperti Tere yg langsung memutuskan hubungannya dg Indra, sang selingkuhan, ternyata Jet masih belom mengakhiri hubungannya dg Nadine (ugh pengen ketok2 pala Jet). Dramatis banget tuh kemunculan Nadine pas Jet-Tere lagi asik2nya di bathtub "WHAT THE F*CK!!!" teriak si Nadine heboh *ngakak bayanginnya* Nah bis tuh Jet langsung diputusin Tere plus dimusuhi teman2 sekantor. *pukpukJet* sebenarnya Jet ga niat mo nyakitin Tere, malah dia sayangg banget ama Tere. Yah tp emg salah dia juga sih, sapa suruh lelet ga langsung mutusin Nadine. huff Well, selanjutnya Jet berusaha meraih hati Tere kembali. Tapi Tere nya malah udah move on dan CLBK dg mantannya (bukan si Indra brengsek itu). sampe akhirnya Jet sadar dan bilang, "Kalau gue benar-benar mencintai lo, gue juga harus belajar melepaskan lo" Oooh Jettt *peluk* Yang suka novel2 Christian Simamora, pasti demen jg sama Good Fight :)

  10. 4 out of 5

    Stefanie Sugia

    "Tere geleng-geleng kepala. Kenapa sih peruntungannya di departemen percintaan nggak bisa sesimpel puisi... Emang di garis takdirnya nggak bakal ada ya cowok yang bakal mencintai dia dengan 'sederhana': Tere single, cowok itu single, keduanya jatuh cinta, lalu pacaran, lalu menikah, lalu beranak cucu, lalu meninggal dunia dalam keadaan penuh cinta?.... Yang ada, takdir malah mengenalkannya sama Indra. Dan, Jet yang, by the way..., sami mawon!" Kisah ini adalah kisah perjalanan cinta seorang per "Tere geleng-geleng kepala. Kenapa sih peruntungannya di departemen percintaan nggak bisa sesimpel puisi... Emang di garis takdirnya nggak bakal ada ya cowok yang bakal mencintai dia dengan 'sederhana': Tere single, cowok itu single, keduanya jatuh cinta, lalu pacaran, lalu menikah, lalu beranak cucu, lalu meninggal dunia dalam keadaan penuh cinta?.... Yang ada, takdir malah mengenalkannya sama Indra. Dan, Jet yang, by the way..., sami mawon!" Kisah ini adalah kisah perjalanan cinta seorang perempuan bernama Tere - yang bekerja sebagai fashion editor di majalah Mascara. Di kantor ia dikelilingi banyak sahabat-sahabat baik seperti Lisa, Sesa, dan Rian; dan tentu saja Jethro Liem - atau lebih akrab dipanggil Jet. Lelaki itu adalah fotografer yang biasa bekerja sama dengan tim redaksi Mascara, dan hubungannya dengan Tere bukanlah hubungan pertemanan yang mulus. Dengan sikap Jet yang terkadang usil dan menyebalkan, Tere selalu menganggap Jet sebagai musuhnya. Setiap pertemuan mereka selalu dipenuhi dengan perdebatan yang sebenarnya tidak terlalu penting. Namun, itu sebelum keduanya mengenal satu sama lain lebih jauh. Karena satu dua hal yang sebenarnya tidak direncanakan oleh keduanya, Tere dan Jet menghabiskan waktu bersama. Tanpa disangka oleh Tere, lelaki itu mengetahui salah satu rahasia terbesar dalam hidupnya; yang bahkan sahabat-sahabatnya pun tidak ketahui. Bahwa Tere menjalin hubungan gelap dengan seorang lelaki yang sudah mempunyai tunangan bernama Indra. Dan ketika Tere mulai merasa dirinya benar-benar buruk, Jet mengejutkannya dengan rahasianya sendiri; bahwa kisah percintaan Jet pun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Tere - bahkan bisa dikatakan lebih buruk. Kenyataannya, Jet menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang sudah bersuami. Dan saat keduanya saling mengungkap rahasia masing-masing, hubungan mereka pun perlahan-lahan berubah sejak saat itu.... Baca review selengkapnya di: http://thebookielooker.blogspot.com/2...

  11. 4 out of 5

    Eva

    alasan saya pertama membeli buku ini mungkin aga sedikit konyol yakni karena buku ini tebal dan saya ingin berlama-lama membaca buku, isinya pun hanya tahu sebatas sinopsis di belakang cover buku. agak tebal memang tapi buku ini saya habiskan dalam sehari walaupun sempat terpikir untuk skip beberapa halaman karena lelah juga lama-lama. hahhaha novel dewasa! kesimpulan pertama yang saya ambil ketika membaca lembar pertama pengantar buku setelah cover. dan ternyata memang benar,bab demi bab ga terlep alasan saya pertama membeli buku ini mungkin aga sedikit konyol yakni karena buku ini tebal dan saya ingin berlama-lama membaca buku, isinya pun hanya tahu sebatas sinopsis di belakang cover buku. agak tebal memang tapi buku ini saya habiskan dalam sehari walaupun sempat terpikir untuk skip beberapa halaman karena lelah juga lama-lama. hahhaha novel dewasa! kesimpulan pertama yang saya ambil ketika membaca lembar pertama pengantar buku setelah cover. dan ternyata memang benar,bab demi bab ga terlepas dari yang namanya "kissing, kissing, kissing, more than kissing *you know what I mean!*". akan lebih bagus jika dinovel ini diberi rambu 17+ saya pikir. terlepas dari itu, novel ini memberikan gambaran tentang pekerjaan di dunia fashion dan kehidupan jakarta yang begitu bebas.

  12. 4 out of 5

    Wiwi

    rate 3.5 sejak baca Pillow Talk which is oh-so-cool bgt itu (kena virus penulisnya :D ) saya penasaran dengan novel terbarunya ini. Ceritanya sederhana, tapi mampu dikemas secara menarik dan "membumi" dengan berbagai karakter yg ada di dalam novel ini. Saya suka sih, tapiiii....terlalu tebal, kadang lucu tapi kadang ada bagian yg agak membosankan...blm lagi antara klimaks ke penyelesaiannnya diakhir, agak panjang nih alurnya..:D Tapi overall, gaya bahasa gak membosankan mlh bikin senyum2 sendiri pa rate 3.5 sejak baca Pillow Talk which is oh-so-cool bgt itu (kena virus penulisnya :D ) saya penasaran dengan novel terbarunya ini. Ceritanya sederhana, tapi mampu dikemas secara menarik dan "membumi" dengan berbagai karakter yg ada di dalam novel ini. Saya suka sih, tapiiii....terlalu tebal, kadang lucu tapi kadang ada bagian yg agak membosankan...blm lagi antara klimaks ke penyelesaiannnya diakhir, agak panjang nih alurnya..:D Tapi overall, gaya bahasa gak membosankan mlh bikin senyum2 sendiri pas baca. Dan...adegan "uhuk-uhuk" nya itu lho...berasa baca novel2 historical romance nya Johanna Lindsey atau Lisa Kleypas ;p tapi tetap dikemas sopan sesuai Indonesia.. Angkat jempol buat Christian Simamora...ditunggu karya berikutnya..

  13. 5 out of 5

    Florencia Irena

    Salah satu dari sedikiittt buku yang tidak selesai kubaca. Membaca 75% dari buku ini saja sudah merupakan perjuangan hebat dariku. Aku tidak tahu, mungkin ada yang salah dari cara membacaku atau entah, karena aku melihat berbagai review bagus dari pembacanya. Mungkin karena usiaku yang sudah bukan remaja yang doyan cerita benci jadi cinta. But what can I say? The hate is groundless, the problem is too illusive, hence the affection is not there. Ceritanya terlalu cliche dan mudah ditebak, karakter Salah satu dari sedikiittt buku yang tidak selesai kubaca. Membaca 75% dari buku ini saja sudah merupakan perjuangan hebat dariku. Aku tidak tahu, mungkin ada yang salah dari cara membacaku atau entah, karena aku melihat berbagai review bagus dari pembacanya. Mungkin karena usiaku yang sudah bukan remaja yang doyan cerita benci jadi cinta. But what can I say? The hate is groundless, the problem is too illusive, hence the affection is not there. Ceritanya terlalu cliche dan mudah ditebak, karakter yang tidak memorable, dan cerita yang cenderung staknan.

  14. 5 out of 5

    Just_denok

    Benci jadi cinta, dan nggak pernah bosan membaca novel dengan tema itu ;)

  15. 4 out of 5

    Delviy Jacob

    Well, waktu itu aku membeli buku ini dalam rangka memenuhi #2017readingchallenge - a book with unappealing cover - yang aku buat di awal tahun 2017. Jadi ketika aku ke suatu festival aku mendapati buku Good Fight ini di salah satu stand fiction dan langsung nge-judge 'wow covernya asli gak menarik banget'. Monoton. Jadilah aku membelinya demi untuk menantang diri aku sendiri berani gak nih baca buku dengan cover 'begini'. Ditambah aku juga penasaran dengan karya Christian Simamora yang sebelumny Well, waktu itu aku membeli buku ini dalam rangka memenuhi #2017readingchallenge - a book with unappealing cover - yang aku buat di awal tahun 2017. Jadi ketika aku ke suatu festival aku mendapati buku Good Fight ini di salah satu stand fiction dan langsung nge-judge 'wow covernya asli gak menarik banget'. Monoton. Jadilah aku membelinya demi untuk menantang diri aku sendiri berani gak nih baca buku dengan cover 'begini'. Ditambah aku juga penasaran dengan karya Christian Simamora yang sebelumnya belum pernah aku baca. First impression, aku lumayan kaget dengan writing style-nya kak Christian Simamora. Di luar prediksi aku. Gaya bercerita yang fun dan luwes juga pemilihan kata yang modern dan jokes menambah kesan humoris. Aku ga tau apakah hal ini dikondisikan dengan profesi dan kehidupan para karakter atau ini memang sudah menjadi writig style si penulis. Aku suka ga suka sih dengan writing style seperti ini, apalagi buku yang memiliki unsur romance yang cukup banyak didalamnya. Aku kurang menikmati sisi romance-nya. Tapi di lain sisi writing style seperti ini sangat menghibur. Kembali ke challenge tadi, untuk desain cover yang monoton seperti ini, harus aku akui its story was pretty good. Bahkan tidak butuh beberapa bab untuk menyukai buku ini, dari awal aku membacanya aku langsung menyukai buku ini. Di awal2 buku aku memberi lima bintang untuk buku tersebut tapi dipertengahan buku aku mulai menurunkan ratingnya. :/ Aku hanya sedikit kecewa, karena saat membaca blurb yang ada dibelakang buku aku mengira peran Indra akan lumayan banyak dalam buku ini. Bagaimana penulis akan memuat lebih banyak peran Indra dalam menjadi penghalang antara Tere dan Jet, interaksi antara Jet dan Indra. Hal lain yang membuatku menurunkan rating untuk buku ini adalah kadar sensual dari buku tersebut. Aku sudah pernah membaca beberapa buku lokal maupun internasional yang berlabel dewasa sebelumnya dengan adegan sensual yg cukup banyak. Hal itu sebelumnya tidak menggangguku dan aku masih bisa menemukan hal baik lainnya yg membuat buku tersebut sangat patut untuk dibaca. Tapi ketika aku membaca buku ini I think this book is only bout sex..making love..bla bla bla. that's it. Aku juga cukup terganggu dengan gaya hidup Tere dan sekitarnya. Sepertinya hal seperti itu lumrah saja. Ditambah lagi dengan kisah cinta sesama jenis si Ryan karakter pendukung. Sorry bout that. Tapi terlepas dari itu semua, I do like this book. And I just wanna say don't judge a book by its cover. :)

  16. 5 out of 5

    Alfa Sayyidah Sulkhan

    "Gue nggak akan minta maaf untuk sesuatu yang sejak awal nggak gue anggep sebagai suatu kesalaha." h.238 . Good Fight // Christian Simamora // Gagasmedia // Cetakan ke-3, 2012 // 514 halaman ⭐⭐⭐🌟!! . #FafaBaca19 🔹 14-15 Januari 2019 waaaaa, aku berhasil menyelesaikan buku ini selama 2 hari aja. pesimis awalnya karena tebel banget eoy, tapi karena alurnya asik banget jadi gak berasa. yaaa... walau di akhir novel a.k.a waktu penyelesaian masalah agak membosankan untukku *ditawur fans babang* :v . tema yan "Gue nggak akan minta maaf untuk sesuatu yang sejak awal nggak gue anggep sebagai suatu kesalaha." h.238 . Good Fight // Christian Simamora // Gagasmedia // Cetakan ke-3, 2012 // 514 halaman ⭐⭐⭐🌟!! . #FafaBaca19 🔹 14-15 Januari 2019 waaaaa, aku berhasil menyelesaikan buku ini selama 2 hari aja. pesimis awalnya karena tebel banget eoy, tapi karena alurnya asik banget jadi gak berasa. yaaa... walau di akhir novel a.k.a waktu penyelesaian masalah agak membosankan untukku *ditawur fans babang* :v . tema yang diambil dalam novel ini jujur saja belum pernah kutemui di novel manapun. selingkungan pernah sih, tapi kalo dua-duanya selingkuhan terus memutuskan untuk lepas dari predikat orang ketiga macam Jet-Tere belum. sekalipun ini tema cerita yang sebenernya gak terlalu kusuka, aku gak terlalu suka tema cheating gitu tapiiiii.... novel ini bisa bikin aku suka! tepuk tangan! novel ini menunjukkan sisi "orang ketiga" yang gak iyasih begok mau-maunya jadi selingkuhan tapii ketika baca kisah mereka kamu gaakan judge mereka. sekali lagi tepuk tangan untuk babang 👏🏻 . sejauh ini, aku belum dikecewakan oleh karakter yang diciptakan babang christian. karakter cewek dalam novel babang yang kutemui selalu bukan tipe menye-menye, aku suka banget karakter cewek kuat. *faham feminisme keluar*. daaaan gak lupa karakter cowok yang metrosensual itu loh yang pengen dipeluk haha. daaan... profesi dan latar dengan deskripsi cukup detail selalu membuatku mudah untuk masuk ke dunia yang diciptakan babang. syuka banget! 💕 . yak, sepertinnya sudah cukup Jet mengambil 3 jam jatah tidurku. sampai ketemu di mimpi Jet, aku akan merindukanmu 😘

  17. 5 out of 5

    Dyan Eka

    Finally finished read this novel. Lega banget bcs menurut saya novel ini boring, tapi saya nggak mau berhenti gitu aja di tengah. So sorry for giving 2 stars bcs: 1. Boring, flat aja, tidak ada yang membuat penasaran untuk membaca halaman berikutnya. 2. Saya kadang heran aja sama cara berpikir antar tokoh. Seperti bukan cara berpikir orang dewasa umur 20an akhir. Seperti waktu tere punya masalah sama jet, lalu beberapa orang di kantor seperti sangat tidak profesional dan terkesan ikut campur. Masa Finally finished read this novel. Lega banget bcs menurut saya novel ini boring, tapi saya nggak mau berhenti gitu aja di tengah. So sorry for giving 2 stars bcs: 1. Boring, flat aja, tidak ada yang membuat penasaran untuk membaca halaman berikutnya. 2. Saya kadang heran aja sama cara berpikir antar tokoh. Seperti bukan cara berpikir orang dewasa umur 20an akhir. Seperti waktu tere punya masalah sama jet, lalu beberapa orang di kantor seperti sangat tidak profesional dan terkesan ikut campur. Masa iya sih, di umur segitu tingkah laku seperti itu? 3. Terkadang suka tiba-tiba ganti scene. Contohnya seperti waktu tere pergi lihat kosan jet. 4. Tidak ada perbedaan antara satu tokoh dengan tokoh lain, karena gaya bicara sama semua. 5. Terkadang lebay, baik penggambaran tokoh maupun narasi 6. Typo everywhere~~ Tapi di balik 6 poin di atas itu, novel ini sedikit lucu. Terkadang ada beberapa cara bicara jet yang cukup bikin tertawa. Lalu narasinya detail banget. Saya jadi mudah membayangkan bagaimana kehidupan tere, jet, maupun tokoh yang lain. Well done enough!!

  18. 5 out of 5

    Sapta Resita

    Jet dan Tere, tom and Jerry versi The Tiara yang nggak pernah akur setiap ketemu. Jet dengan komentar-komentarnya yang selalu sukses buat Tere emosi dan membalas dengan sinis. Buku ini menghibur banget. Saya suka sama perang mulut antara Jet dan Tere. Juga sama interaksi-interaksi mereka. Cuma dengan nama brand yang bertebaran di mana-mana, saya merasa tidak nyaman. Karena saya sendiri nggak update sama fashion, jadi nggak bisa ngebayangin barang-barang yang tiap karakter pakai. Rasanya cuma baju, Jet dan Tere, tom and Jerry versi The Tiara yang nggak pernah akur setiap ketemu. Jet dengan komentar-komentarnya yang selalu sukses buat Tere emosi dan membalas dengan sinis. Buku ini menghibur banget. Saya suka sama perang mulut antara Jet dan Tere. Juga sama interaksi-interaksi mereka. Cuma dengan nama brand yang bertebaran di mana-mana, saya merasa tidak nyaman. Karena saya sendiri nggak update sama fashion, jadi nggak bisa ngebayangin barang-barang yang tiap karakter pakai. Rasanya cuma baju, celana, dan sepatu😂 But, i love this book. Jet is love.

  19. 4 out of 5

    Andi Nursusilawaty

    Wuaaaahhh satu lagi #JBoyfriend yg yummy from head to toe 😌😌😌 Suka ceritanya apalagi di bagian deskripsi Jethro Liem yang oh-so-macho ughhhh jadi ngiler sama tato tribal hahahhaha.. buuuut yg bikin confused sih istilah-istilah fashion yang errrrr aku ga ngeh sama sekali... 3/5 🌟 for this story🔥 . gasabar menunggu another #JLiciousBoyFriend kkkk

  20. 5 out of 5

    Rizky Novianti

    Hmmm dari awal sampe akhir ga suka sama karakter Tere, ga tau kenapa juga ya karena kesannya ga bisa hidup tanpa cowok setelah break up dan bahkan jadiin orang lain rebound. Penggambaran kekaguman dan pendambaan ke tubuh lawan jenis juga menurutku too much dan jatohnya jadi berlebihan dan lebay :(

  21. 5 out of 5

    Dee

    Serunya kisah persahabatan mereka nih banyak banget jadi kisah real sekarang. Dr yg temenan tp brantem mulu berujung saling suka. Abang Christian simamora nih, emang jago nya bikin Baper

  22. 4 out of 5

    Priscilla Eveline

    UAPIK POL POKOE, HUH! JET IS REALLY A BOYFRIEND MATERIAALL😍😍😍

  23. 4 out of 5

    Muhammad Rajab

    Lebih suka All You Can Eat dan Pillow Talk.

  24. 4 out of 5

    Lona Yulianni

    Plot-nya sederhana: enemy-turns-lover, tapi entah kenapa ada sesuatu dari tulisannya Christian Simamora yang bikin nagih :'D Dan kumpulan lirik-lirik lagunya 👌

  25. 4 out of 5

    Michelle A

    Meh.. not my cup of tea

  26. 4 out of 5

    afin

    rated 3,5 / 5 stars Sinopsis: SAAT MEMUTUSKAN BUAT JATUH CINTA, LO JUGA MEMBUKA KEMUNGKINAN CINTA KELAK AKAN BERBALIK NYAKITIN LO... Dear pembaca, Rasanya seperti baru kemarin menyelesaikan draf pertama novel ini dan menyerahkannya ke redaksi. Dan kali ini, akhirnya aku mau berterus terang: Jethro Liem dan Tere diciptakan dengan asumsi bahwa mereka akan dibenci pembaca. Keduanya adalah karakter yang tak sempurna dan masing-masing punya alasan untuk tak saling jatuh cinta. Fakta lainnya adalah: Good Fig rated 3,5 / 5 stars Sinopsis: SAAT MEMUTUSKAN BUAT JATUH CINTA, LO JUGA MEMBUKA KEMUNGKINAN CINTA KELAK AKAN BERBALIK NYAKITIN LO... Dear pembaca, Rasanya seperti baru kemarin menyelesaikan draf pertama novel ini dan menyerahkannya ke redaksi. Dan kali ini, akhirnya aku mau berterus terang: Jethro Liem dan Tere diciptakan dengan asumsi bahwa mereka akan dibenci pembaca. Keduanya adalah karakter yang tak sempurna dan masing-masing punya alasan untuk tak saling jatuh cinta. Fakta lainnya adalah: Good Fight ditulis di bawah pengaruh kuat pikiran sinisku saat itu: kalau benar cinta nggak pernah salah, kenapa justru susah sekali bertemu pasangan yang cocok lahir-batin? Dan kenapa yang sering terjadi justru kita harus berurusan dengan mantan ‘beracun’, hubungan tanpa masa depan, dan pengkhianatan yang berujung pada malam-malam penuh air mata? Jadi bagaimana, setelah semua penjelasan tadi, apakah kamu masih mau menuruti rasa penasaranmu untuk mulai membaca novel ini? Kalau pertanyaan tadi kamu jawab dengan anggukan, aku benar-benar bersyukur sekali bisa mempersembahkan cerita ini untukmu. Selamat membaca dan, seperti biasa... selamat jatuh cinta. CHRISTIAN SIMAMORA Review: Good Fight menceritakan tenting dua orang yang bisa dibilang "musuh bebuyutan" si Jethro Liem dan Tere. Tere adalah seorang fashion editor untuk majalah fashion wanita, Mascara sedangkan Jet adalah seorang fotografer yang (kalo ga salah) kerjanya di majalah fashion laki-laki, Manner. Mereka bekerja di satu gedung yang sama. Jet dan Tere tidak bisa melalui sehari tanpa saling memaki satu sama lain. Tere sangat membenci Jet padahal kenyataannya banyak sekali wanita dan pria yang menganggap Jet itu adalah makhluk yang oh so handsome. Tapi Tere tidak pernah melihat Jet seperti itu, dia tidak pernah tertarik sekalipun dengan si Jet. But one night changed it all, sepulang dari sebuah after party. Jet mengantarkan Tere pulang, di rumah Tere mereka berdua saling bercerita mengungkapkan their dirty little secret dan ternyata mereka memiliki rahasia yang sama. Mereka berdua adalah simpanan orang lain!! Tere adalah simpanan seorang lelaki yang dulunya pacarnya tapi hubungannya tidak disetujui oleh orang tua si laki-laki yang ngomong-ngomong sekarang berstatus tunangan orang lain. Sedangkan Jet adalah seorang simpanan seorang wanita pengusaha kaya yang memiliki suami penyakitan. Setelah sesi bercerita ini mereka jadi memiliki pandangan yang berbeda antara satu sama lain. Lalu, terjadilah lagi kejadian lift kantor mereka mati disaat hanya ada mereka berdua di dalamnya. Disini pula terjadi ciuman pertama antara mereka berdua. Sebenarnya mereka berdua memiliki rasa untuk satu sama lain tapi mereka susah mengungkapkannya karena sudah bermusuhan sejak lama. But, another event happened again on another day mereka akhirnya memutuskan untuk mengesampingkan keraguan mereka akan konsekuensi mereka berpacaran. So, they lived happily ever........NOT!! Bagaimana mereka bias bahagia disaat mereka berdua masih berstatus "simpanan" orang lain yaaaaaaaa. Bacalah bukunya kalau ingin tahu lebih lanjut! "Kamu pengin aku ngerayu kayak gimana sih?" Jet berpikir sejenak. "You are the only person that can make my heart beat faster and slower at the same time," katanya lembut sambil meletakkan pelan tangan Tere ke dadanya. Ini buku pertama Christian Simamora yang aku baca, dan aku lumayan suka dengan cerita ini. Gaya penulisan Christian yang bisa kubilang casual menggunakan bahasa yang "santai" membuatku mudah mengerti ceritanya. read my full review on http://booksoverall.blogspot.com/2015...

  27. 4 out of 5

    Angelica Renatha

    ehhm..pertama-tama yang pengen gue sampaikan adalah Thanks to you, Gagas Media yang mau nerbitin buku ini lagi, terutama karena Covernya bikin nelen ludah *skip, please Yah pokoknya udah nggak kehitung berapa banyak pertanyaan gue ke mas-mas toko buku buat nanyain ketersedian buku si Abang Christian ini, sampai akhirnya.. jejejjeeng..menemukan buku ini tercetak ulang dengan cover nelen-ludah ini, di depan meja kasir *thanks to mas-mas yang-ga bisa-gue-sebutkan-namanya untuk bantuannya mencarikan ehhm..pertama-tama yang pengen gue sampaikan adalah Thanks to you, Gagas Media yang mau nerbitin buku ini lagi, terutama karena Covernya bikin nelen ludah *skip, please Yah pokoknya udah nggak kehitung berapa banyak pertanyaan gue ke mas-mas toko buku buat nanyain ketersedian buku si Abang Christian ini, sampai akhirnya.. jejejjeeng..menemukan buku ini tercetak ulang dengan cover nelen-ludah ini, di depan meja kasir *thanks to mas-mas yang-ga bisa-gue-sebutkan-namanya untuk bantuannya mencarikan buku ini, akibat saya selalu buta sama center point Lanjut, novel ini menceritakan tentang cowok-cewek yang berantem mulu, ejek-ejekkan, dendam-dendaman , tendang-tendangan, jambak-jambakan *yang terakhir hanya tambahan gue aja* kayak jaman SD. Si Cewek namanya Tere, dan si Cowok namanya Jet. Mereka masing-masing udah punya pasangan, dengan status yang gue benci seumur hidup gue slash simpenan. Tapi karena satu dan lain hal, mereka mulai deket. Masih berantem tapi nggak separah dulu lagi. Bahkan Tere, yang katanya benci sebenci-bencinya sama Jet, mulai merasa perasaan yang berbeda sama Jet. Begitu juga dengan Jet *just my opinion, bukannya cowok itu suka ngebully cewek yang dia suka ya?kayak jaman SD dulu gitu* Nah, saat mereka udah saling nerima keadaan masing-masing, terlena dengan kebahagian, salah satu dari mereka lupa kalau hantu dari masa lalu harus dihilangkan sebelum mereka kembali saling menyakiti. So, seperti biasa, gue jatuh cinta sama J-boyfriend yang satu ini. Sorry to say, but I can't choice the one of them. Maafkan saya wanita berdosa .>_<. Kali ini Jethro Liem dipasangkan dengan Teresia, pertengkaran khas anak SD mengikuti mereka berdua, tapi bener 'kan kata pepatah musuh itu bisa jadi kekasih bila saatnya tepat. Dan setiap akhir, selalu merupakan saat yang tepat kan? Ini buku keempat yang gue miliki dari Bang Chris, dan buku kedua yang merupakan cetakan ulang. Tapi ada beberapa hal yang sedikit ganggu dari cetakan yang baru ini, seperti kalimat-kalimat yang harusnya datar, tapi ditulis dalam cetakan miring (italic) *saya jadi bingung, apakah paragraf ini sebuah flashback atau bukan Untuk cerita, seperti biasa gue salut sama Bang Chris, dia bisa mengembangkan ide cerita sedemikian rupa dicampur permainan kata didalamnya dan diaduk oleh pesan-pesan tersirat menjadikan buku ini menjadi salah satu buku terfavorit gue. Banyak quote-quote yang ndalem banget, tapi banyak juga jokes-jokes ga penting yang menghidupkan suasana. Hwaaaa... You're the best lah Bang. kira-kira begitulah review dari saya, panjang kali lebar yang tidak pening, tapi semoga membuat tertarik untuk membaca karya si abang Chris yang satu ini. Ps: I love this couple t-shirt words Tere's shirt : Bite me, Edward Jet's shirt : Note to Edward : If you dare to bite My Girlfriend, I will definitely kill you. Soo romantic, I guess Two Ps : I love those tribal tatoo. I wish I could have one in real life.. T-T

  28. 4 out of 5

    Ochie Fauzie

    Twistnya keren. Bikin senyum-senyum trus bacanya, apalagi pas di adegan mesra-mesrannya Tere dan Jet. Tapi bukan penggambaran sensualitasnya yang not bad I can say, ini lebih ke romantisme diantara mereka berdua. Hanya saja cuman pengen bilang, “Ya oloo, bang Chris jago mendramatisir romantisnya Tere dan Jet”. Seperti ketika bang Christ meng-quote saat Tere dan Jet terjebak di dalam lift, which is in that place, the first kiss happened then they falling love each other in the dark. Kurang lebihn Twistnya keren. Bikin senyum-senyum trus bacanya, apalagi pas di adegan mesra-mesrannya Tere dan Jet. Tapi bukan penggambaran sensualitasnya yang not bad I can say, ini lebih ke romantisme diantara mereka berdua. Hanya saja cuman pengen bilang, “Ya oloo, bang Chris jago mendramatisir romantisnya Tere dan Jet”. Seperti ketika bang Christ meng-quote saat Tere dan Jet terjebak di dalam lift, which is in that place, the first kiss happened then they falling love each other in the dark. Kurang lebihnya seperti ini, “Pernah ngerasain nggak berpelukan sama seseorang dan merasakan dada orang itu bergetar ketika sedang bicara? Geli. Dan aneh, soalnya saat ngerasain itu di pelukan Jet, Tere malah makin gampang ke-distract dari perasaan paniknya. Plus dia jadi sedikit menikmati ‘aromaterapi’ yang menguar dari tubuh cowok itu. Di luar dugaan, lumayan menyenangkan.” Yang saya sukai juga di tempat yang sama, dalam lift ketika Jet ber-akward momen bareng Tere disaat mereka berdua tidak saling bicara setelah putus hubungan. Disini Jet yang merasa dimusuhi dan dijauhi oleh Tere, mulai nge-short speech tentang kemundurannya berhenti mencintai Tere, setelah memang sih ia menyakitinya. Pengakuan Jet disini menurut saya begitu tenang, so gentle dan matang. Disaat frame ini, begitu mengingatkan banget dengan diri saya yang pernah ngalamin hal serupa. Yap, kadang tau diri dan sadar diri lebih sejuk dari embun. Dah hasilnya, Tere ngerjap-ngerjap matanya saat Jet ungkapin isi hatinya kemudian nangis. Klimaks? Tidak usah bertanya, keren banget!. Jet kecelakaan, Tere yang sadar kalo Jet tidak kenapa-kenapa cuman bisa memeluknya, di lorong rumah sakit, tanpa menghiraukan tatapan sinis penuh moral dan budaya Indonesia, sambil nangis di dada Jet. Yang saya sukai disini, “ketika Tere refleks meraih kaus Jet, lalu meremasnya kuat lalu menangis di dada cowok itu”. Cuman bisa bilang, Oh so unyu banget!. Ya ya, saya tau, setelah klimaksnya disini saya kelihatan sudah mirip anak gadis, berusia 18 tahun. Entah kenapa jadi sedikit melow mengvisualisasikan Jet dan Tere berpelukan-berpelukan diatas. -_- Good Fight adalah buku keduanya bang Christian Simamora yang saya baca setelah All You Can Eat. Meskipun kalau ngingat-ngingat ke-distract-an saya lebih ke AYCE, mungkin karna apapun yang ada dalam buku terakhirnya bang Chris itu lebih matang, and well, dramatisir romantisnya ke-include juga. Sarah dan Jandro dalam AYCE bersanding mantap dengan Tere dan Jet dalam Good Fight.

  29. 5 out of 5

    Angela Noviana

    Thanks to temenku yang mau meminjamkan buku ini. Bahkan aku juga yang merobek bungkusnya dan membacanya pertama kali padahal dia yang beli. Wakakakakaka.. Akhirnya Christian Simamora membuat dobrakan di dunia pernovelan remaja Indonesia. Cukup banyak adegan hot tapi tidak se-hot novel-novel Historical Romance yang menjadi salah satu karya Johanna Lindsey (merupakan salah satu penulis favorit si Christian loh, favoritku juga =P). Sepertinya Christian juga melihat budaya Indonesia seperti apa =) Oke, Thanks to temenku yang mau meminjamkan buku ini. Bahkan aku juga yang merobek bungkusnya dan membacanya pertama kali padahal dia yang beli. Wakakakakaka.. Akhirnya Christian Simamora membuat dobrakan di dunia pernovelan remaja Indonesia. Cukup banyak adegan hot tapi tidak se-hot novel-novel Historical Romance yang menjadi salah satu karya Johanna Lindsey (merupakan salah satu penulis favorit si Christian loh, favoritku juga =P). Sepertinya Christian juga melihat budaya Indonesia seperti apa =) Oke, ceritanya bermula dari Teresia yang selalu bertengkar dengan Jet. Tiap kali mereka bertemu, Jet pasti selalu mengganggunya, membuatnya marah, tapi Jet sendiri tidak pernah terpancing dengan omongan Tere. Bagaimana Tere gak kesal? Dirinya serasa tabung gas 3 kg yang disulut dikit langsung meledak.. [image error] Tapi semua itu berubah ketika mereka tahu mengenai hubungan masing-masing dan saat mereka terperangkap di lift bersama. Sejak saat itu, Tere mulai melihat Jet dari sudut yang berbeda dan mereka mulai menoleh ke dalam hati masing-masing. Apa arti dari orang yang ada di hadapan mereka ini? Kenapa Tere merasa berdebar-debar? Kenapa Jet gak bisa berhenti berusaha untuk mendekati Tere? Lalu bagaimana dengan hubungan mereka dengan kekasih mereka saat itu? [image error] Yah, aku acungin jempol buat Christian, dia dapat membuat cerita yang sebenarnya simple dan cerita sehari-hari tapi konflik yang bertubi-tubi itu bikin emosi jadi naik-turun. Baru berapa halaman ketawa-ketawa ato senyum, eh di halaman berikutnya udah dibikin kesel ama sikap Jet ato Tere. [image error] Overall, I really like the story and both characters. Witty and Spicy.. Gak sabar nunggu karya Christian berikutnya. [image error] Untuk penerbit, cover GagasMedia emang belum ada tandingannya. LOVE IT SO MUCH! Tapi ya itu, typo-nya masih ada sih walaupun tidak banyak dan tidak mengganggu. Hanya sekedar catatan saja supaya ke depannya semakin baik. [image error]

  30. 5 out of 5

    Putri Aufa

    Sedih WHY? [COVER] Just like the others, incredibly hot as usual. But my fav #JBoyfriend cover is "All You Can Eat" [BHS] Apa karena ini buku yang terhitung awal dari CS jadi kayak semacam : "Wud de hell man. Kok semacam bukan Christian Simamora yang tak liat di All You Can Eat slash Guilty Pleasure slash the latest one, As Seen On TV ?". Too much for many things, dude. Oh yeah, typo-s? Ada yang dipisah, kegandeng, kurang satu huruf, aduhaai. SNS, mungkin aku yang terlalu sensitif, kebetulan aj Sedih WHY? [COVER] Just like the others, incredibly hot as usual. But my fav #JBoyfriend cover is "All You Can Eat" [BHS] Apa karena ini buku yang terhitung awal dari CS jadi kayak semacam : "Wud de hell man. Kok semacam bukan Christian Simamora yang tak liat di All You Can Eat slash Guilty Pleasure slash the latest one, As Seen On TV ?". Too much for many things, dude. Oh yeah, typo-s? Ada yang dipisah, kegandeng, kurang satu huruf, aduhaai. SNS, mungkin aku yang terlalu sensitif, kebetulan aja typo-typo di sini terbaca olehku. [ISI] First of all, begitu liat paper doll yang selalu menemani #JBoyfiend, otomatis, aku excited gitu. *whisper* Cowok tampan dan ..... tattoo. ZPR EXCTD !! Begitu baca keseluruhan... "Meh" "Ngg" "Seriously?". Okay, tbh, a little bit, out of expectation. Settingnya keren, sebagian besar di kantor Fashion Magz gitu. Tau kan Mascara? Kalau pernah baca yang lain pasti tau. Atau udah pernah baca yang ini duluan? Bisa jadi yang manapun deh. Konsepnya tentang orang ke-3 yang mbulet gitulah. Di sini masalahnya, aku baca ini gak kayak buku CS yang lain ya? Aku ga bisa kebawa ke suasana mereka. Kayak, okay. A bunch of ups and downs, tapi romantisnya di sini itu soooo cheesy dan biasa gitu lho. Bener-bener beda dari 3 buku #JBoyfriend lain yang sudah dibaca. Biasanya, CS itu bisa buat yang sederhana dan mainstream bisa jadi, sesuatu yang dia banget gitu. Mana di sini adegan "horror"-nya berlebih dari buku-buku belakangan yang baru-baru dari dia. Yeah dahling, i know. I shouldn't complain about it bc i've already know what kind of book is this but, wte. Forgive me and just ignore me then. Dan ya, tokoh Jet di sini, sedikit banyak mengecewakan. Aku fikir dia bakal jadi cowok yang ZPR jantan nan bad boy but good boy somehow for the girl not like this. Aku gak nemu feel jantan e, sweet nya seorang bad boy, bener-bener out of expectation kalau diliat dari deskripsi kondisi fisiknya, ugh! Tapi, yaudahlah ya. Kalau diliat dari penerbitan buku ini yang terbilang lama, hanya covernya aja yang dibuat baru, well. HARUS BACA BUKU-BUKUNYA HINGGA KINI. Peningkatan banget sih kalau kataku ;) congrats aja kalau buat yang satu itu deh :D

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.